Golden Energy Suntik Modal Anak Usaha untuk Kembangkan Batu Bara

Selasa 23 Februari 2021 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 278 2366812 golden-energy-suntik-modal-anak-usaha-untuk-kembangkan-batu-bara-3KTsimxU55.jpg Golden Energy Suntik Modal Anak Usahanya. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melalui anak usahanya, PT Bungo Bara Utama memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp100 miliar kepada anak usaha Golden Energy yang lain, yaitu PT Kuansing Inti Makmur. Pinjaman ini akan digunakan untuk belanja modal dan pengembangan usaha anak usaha tersebut.

Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines, Sudin menjelaskan, pinjaman yang dikenakan bunga 9,5% per tahun tersebut akan jatuh tempo pada 31 Desember 2022.

"Pinjaman ini akan digunakan oleh Kuansing Inti Makmur untuk pengeluaran modal dan biaya dan prasarana pengembangan batu bara,"ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Diserang Covid-19, Pembiayaan Adira Finance Turun 51%

Bungo Bara Utama adalah anak usaha tidak langsung Golden Energy Mines melalui Kuansing Inti Makmur. Sedangkan Kuansing Inti Makmur bertindak sebagai pemegang 99% saham Bungo Bara Utama.

Hingga kuartal I-2021, Golden Energy Mines menargetkan penambahan saham beredar di publik (free float) menjadi 11,82% dari saat ini 3%. Emiten Grup Sinarmas ini bersiap menawarkan saham baru dan mengutamakan investor domestik ritel untuk menyerap saham baru tersebut.

Baca Juga: Dapen Pertamina Jual Saham Elnusa Rp40 Miliar

Sudin menjelaskan bahwa perseroan sudah menyampaikan dokumen sehubungan penambahan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 3 Desember lalu kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesuai rencana, dana rights issue akan digunakan untuk keperluan modal kerja, dan tidak ada standby buyer pada aksi ini.

"Kami prioritaskan investor domestik ritel. Rinciannya akan kami sampaikan setelah meraih persetujuan OJK,” jelas dia.

Berdasarkan prospektus, Golden Energy akan menerbitkan sebanyak 588,23 juta saham baru dengan rasio 10:1. Harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian. Aksi ini telah melewati proses persetujuan pemegang saham pada 12 Agustus lalu. Aksi korporasi ini ditargetkan terlakasana awal tahun ini. Jika rights issue berjalan lancar, maka kepemilikan masyarakat maupun investor publik atas saham perseroan akan bertambah menjadi 11,82% dari sebelumnya 3%.

Sementara kepemilikan pemegang saham lainnya terdilusi, yakni porsi Golden Energy and Resources Ltd menjadi 60,91% dari semula 66,99% dan GMR Coal Resources Pte Ltd menjadi 27,27% dari semula 30%. Peningkatan free float ini merupakan upaya Golden Energy memenuhi ketentuan BEI.

Free float perseroan sebenarnya sudah memenuhi aturan minimal 50 juta saham dan dimiliki oleh paling sedikit 500 pemegang. Namun, persentasenya belum memenuhi ketentuan minimal 7,5%. Aktivitas saham perseroan sebelumnya sempat dihentikan sementara (suspensi) oleh BEI lantaran belum memenuhi aturan tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini