Rapor Keuangan Perusahaan Milik Miliarder Sri Prakash Anjlok 83,6%

Jum'at 19 Februari 2021 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 278 2364779 rapor-keuangan-perusahaan-milik-miliarder-sri-prakash-anjlok-83-6-89xJL0p3xB.jpg Laba Bersih Indo Rama Turun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR) mencatatkan penurunan pendapatan sekaligus laba bersih sepanjang 2020 hingga 83,65%. Pendapatan perseroan terkoreksi 23,27% menjadi USD589,04 juta atau setara Rp8,24 triliun dari pendapatan pada 2019 yang mencapai USD767,75 juta.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk tercatat turun signifikan hingga 83,65% dari priode yang sama tahun lalu sebesar USD38,11 juta menjadi hanya USD6,23 juta atau setara Rp87,22 miliar. Kemudian untuk laba bersih yang tergerus ini karena menghilangnya pos pendapatan dari keuntungan pelepasan entitas asosiasi atau aktivitas menjual anak usaha yang dilakukan pada 2019 dan mendapatkan keuntungan hingga USD30 juta.

Baca Juga: Tower Bersama Selesaikan Penerbitan Obligasi Rp2,9 Triliun

Padahal, dari sisi beban biaya keuangan terjadi penurunan dari rugi USD9,6 juta menjadi Rp7,4 juta, serta beban penjualan pun turun dari USD7,6 juta menjadi USD5,8 juta. Selain itu, perseroan juga bahkan mencatatkan untung bersih dari kurs mata uang asing sebesar USD2,12 juta ketika pada 2019 mengalami kerugian hingga USD2,29 juta. Dikutip dari Harian Neraca, Sabtu (19/2/2021).

Sementara itu, jumlah liabilitas perusahaan juga naik tipis menjadi USD387,37 juta dari tahun sebelumnya yang sebesar USD385,64 juta. Hal ini terjadi karena peningkatan jumlah liabilitas jangka panjang yang naik menjadi USD128,3 juta dari sebelumnya USD127,3 juta.

Baca Juga: Laba Solusi Bangun Indonesia Melesat pada 2020, Ini Penyebabnya

Liabilitas jangka pendek pun mengalami kenaikan tipis menjadi USD259,07 juta dari sebelumnya USD258,29 juta. Adapun jumlah ekuitas perseroan pun meningkat menjadi USD376,47 juta dari tahun sebelumnya yang sebesar USD367,91 juta.

Sementara itu, total aset perseroan pun meningkat pada 2020 menjadi USD763,85 juta daripada total aset pada 2019 yang sebesar USD753,55 juta. Dengan jumlah aset tidak lancar senilai USD481,01 juta dan aset lancar mencapai USD282,74 juta.

Di sisi lain, total kas dan setara kas INDR cukup melimbah dan mencapai USD36,7 juta pada 2020, sementara pada tahun sebelumnya hanya USD19,15 juta.

Sebagai informasi, perseroan tengah membangun dua pabrik baru di atas lahan pabrik eksisting di Purwakarta, Jawa Barat. Satu di antaranya merupakan pabrik benang pintal polyester, sementara satu pabrik anyar lainnya merupakan pabrik serat polyester.

Nantinya, pabrik benang pintal polyester anyar perusahaan akan memiliki kapasitas produksi 13.000 ton per tahun, sementara pabrik serat polyester anyar akan memiliki kapasitas 81.000 ton per tahun. Kedua pabrik anyar tersebut akan melengkapi pabrik-pabrik eksisting perusahaan yang berlokasi di Purwakarta, Campaka dan Bandung, Indonesia dan di Uzbekistan, Sri Lanka dan Turki.

Adapun kapasitas produksi benang pintal perusahaan saat ini tercatat sebesar 130.000 ton per tahun, sedang kapasitas produksi serat polyester perusahaan berjumlah 280.000 ton per tahun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini