IHSG Terkoreksi, Saham Sektor Konstruksi Malah Menghijau

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 278 2351943 ihsg-terkoreksi-saham-sektor-konstruksi-malah-menghijau-ZPedq7EDWc.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Pada penutupan market hari ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat volatile. Bahkan, sempat menduduki posisi level 6.000.

Technical Analyst PT Indo Premier Sekuritas Mino menyebutkan bahwa ada sedikit kepanikan terkait efek auto rejection bawah (ARB) beberapa saham.

 Baca juga: Waspada, IHSG Bisa Terjun Bebas di Sesi II

"Beberapa saham ada yang ARB dan ternyata berdampak ke yang lain meskipun dari sisi sentimen tidak ada yang terlalu signifikan," ujar Mino dalam IDX Channel Live di Jakarta, Rabu(27/1/2021).

Kendati demikian, sektor konstruksi dan infrastruktur seperti PTPP dan Waskita mengalami kenaikan signifikan. Terlebih setelah ada berita pelantikan dewan pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Baca juga: Beli Saham Pakai Utang, Analis: Belum Tentu Untung

"Karena ada berita tersebut, saham di sektor konstruksi terutama BUMN mengalami kenaikan. Sebenarnya di awal-awal sempat tertekan, ini sangat korelasi dengan pembentukan dewan pengawas," terang Mino.

Untuk penguatan hari ini, sebenarnya sektor konstruksi terkena efek ARB beberapa hari terakhir. Namun, untuk besok, Mino mengatakan bahwa dengan adanya penguatan hari ini, masih ada peluang kenaikan dari sisi pergerakan harga.

"Ini baru pertama kali menguat, sinyalnya dari sisi teknikal menggambarkan adanya ruang penguatan," tambahnya.

Dia menyebutkan bahwa fenomena ini sebenarnya menarik karena beberapa saham yang naik signifikan, belakangan ini mengalami koreksi cukup tajam. Mino pun memberikan tips untuk mencegah pembeli saham terjebak dalam hal seperti itu.

"Yang perlu diperhatikan adalah ketika memutuskan untuk beli. Apakah harga saham ketika dibeli, valuasinya sudah cukup mahal atau cukup murah? Di market harus benar-benar hati-hati ya, meskipun banyak hal dipandang cukup positif soal saham tersebut," pungkas Mino.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini