Grab Dikabarkan IPO Tahun Ini, Incar Rp28,14 Triliun

Senin 18 Januari 2021 22:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 278 2346668 grab-dikabarkan-ipo-tahun-ini-incar-rp28-14-triliun-YZ2ypf6GJO.jpg Grab (Reuters)

JAKARTA - Aplikasi jasa layanan ojek, Grab, sedang menjajaki kemungkinan untuk melantai di pasar bursa saham Amerika Serikat pada tahun ini. Tiga sumber Reuters mengatakan aksi korporasi tersebut didorong oleh minat investor yang kuat untuk melakukan panawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

Seorang sumber mengatakan dari IPO tersebut Grab diperkirakan dapat meraup dana setidaknya USD2 miliar atau Rp28,14 triliun (Kurs Rp14.070 per USD). Dengan demikian, aksi korporasi itu kemungkinan akan menjadi IPO di luar negeri terbesar oleh perusahaan Asia Tenggara.

 Baca juga: 6 Fakta BEI Kedatangan 2 Tamu Baru di 2021

"Pasarnya bagus dan bisnisnya berjalan lebih baik dari sebelumnya. Ini seharusnya baik untuk pasar umum," katanya mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Senin (18/1/2021).

Rencana tersebut, termasuk besaran saham yang ditawarkan dan waktu, belum difinalisasi dan tergantung dengan kondisi pasar, kata sumber tersebut, yang menolak untuk disebutkan namanya karena tidak berwenang untuk berbicara tentang masalah tersebut.

 Baca juga: Gojek dan Tokopedia Belum Masuk Daftar IPO 2021

Grab, yang didukung oleh sejumlah perusahaan terkemuka, termasuk SoftBank Group Corp dan Mitsubishi UFJ Financial Group, telah berkembang pesat. Dari awal sebagai usaha transportasi daring di Malaysia pada 2012, Grab tumbuh menjadi usaha rintisan (startup) paling bernilai dengan kapitalisasi aset lebih dari USD16 miliar.

Perusahaan, yang juga menawarkan layanan keuangan dan baru-baru ini memperoleh lisensi bank digital di Singapura, mengatakan bulan ini bahwa pendapatan korporasi telah pulih di atas tingkat pra-pandemi.

Ia juga mengatakan bisnis transportasi daringnya mencapai titik impas (break even point) di seluruh wilayah operasinya, termasuk Indonesia yang merupakan pasar terbesar. Perusahaan mengharapkan bisnis pengiriman makanannya akan mencapai titik impas pada akhir tahun.

Rencana IPO tersebut muncul setelah diskusi rencana merger dengan saingannya, Gojek, dibatalkan.

Gojek dan perusahaan e-commerce rintisan Tokopedia sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk merger senilai USD18 miliar menjelang kemungkinan pencatatan saham, baik di Jakarta dan Amerika Serikat, Reuters melaporkan bulan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini