Vaksin Covid-19 Halal, IHSG Bakal Tancap Gas

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 278 2343098 vaksin-covid-19-halal-ihsg-bakal-tancap-gas-16JD0YneoH.jpg saham (Shutterstock)

 JAKARTA - Senior Manager Research Analyst PT Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardi mengatakan bahwa bursa regional Asia di pembukaan hari ini mix. Ada Jepang, Korea, dan bahkan Australia yang dibuka hijau dan merah.

"Kita melihat di global ada yang ditutup merah. Kita masih melihat IHSG karena tiga-empat hari lalu pergerakan naiknya signifikan," ujar Robertus dalam IDX Channel Live di Jakarta, Selasa(12/1/2021).

 Baca juga: IHSG Naik 0,2% Nyaris Sentuh 6.400

Kendati demikian, IHSG dinilai masih rawan aksi profit taking atau koreksi dalam 1-2 hari kedepan. "Namun kita berharap sentimen positif terkait penggunaan emergency use BPOM untuk vaksin Sinovac untuk meraih kepercayaan para investor," tambah Robertus.

Dia juga mengatakan bahwa perlu apresiasi atas kerja cepat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BPOM, dan MUI dalam pengadaan vaksin di Indonesia. Emergency use dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI untuk vaksin Covid-19 dapat menjadi katalis positif untuk IHSG.

 Baca juga: IHSG Dibuka Naik 10 Poin ke 6.393

"Ini bisa membuat aktivitas industri dan masyarakat kembali produktif dan juga konsumtif, dan ekonomi berjalan lancar kembali," ucap Robertus.

Sementara itu, indeks negara maju terkoreksi akibat valuasi terlalu tinggi. Indeks global, terutama di AS, sudah naik lebih tinggi terlebih dahulu dibandingkan di emerging market. Dengan adanya kepemimpinan baru dibawah Joe Biden, salah satu yang dibawa adalah mengembaalikan tarif pajak yang lebih tinggi daripada yang dipotong masa Trump.

"Maka dari itu, wajar jika ada fund flow yang beralih ke emerging market karena tarif pajak korporasi akan lebih tinggi, performa beberapa perusahaan atau emiten disana akan underperformed dibandingkan di emerging market seperti China dan Indonesia," jelasnya.

Di sisi lain, Indonesia menunjukkan bahwa saat ini sudah berjalan ke arah recovery.

"Di level 6400-6500 akan menjadi level yang akan dikejar. Kita melihat ada optimisme dari pergerakan tiga hari terakhir, sebelum ada koreksi sehat. Koreksi sehat perlu karena kita mengharapkan kenaikan yang lebih tinggi, sebelumnya butuh koreksi sehat," pungkas Robertus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini