Jelang Vaksinasi Covid-19, Pantau Ketat Saham Emiten Farmasi

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 278 2342692 jelang-vaksinasi-covid-19-pantau-ketat-saham-emiten-farmasi-7N4XIOFYgv.jpeg Saham Farmasi Jadi Sorotan Jelang Vaksinasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2% atau naik 125 poin ke level 6.382,94 pada penutupan perdagangan. Sepanjang perdagangan, IHSG berada di zona hijau dan ditutup pada level tertinggi sejak 2020. Sejumlah emiten farmasi terkena auto reject atas pada perdagangan hari ini.

Head of Research Creative Trading System Argha Jonathan Karo Karo mengatakan, saat ini menjadi momentum bagi saham-saham farmasi menjelang vaksinasi Covid-19 yang dijadwalkan pada 13 Januari 2021.

Baca Juga: Asing Borong Saham Bank Rp2,5 Triliun Bikin IHSG Perkasa

"Kita lihat sendiri sektor farmasi seperti KAEF, INAF, IRRA auto reject atas. Jadi ini memang momentumnya saham farmasi. Cuma saham-saham ini tidak bisa mengikut asing karena memang asing tidak main di saham-saham ini," ujarnya pada closing market IDX Channel, Senin (11/1/2021)

Baca Juga: IHSG Tembus 6.382 di Tengah Pemberlakuan PPKM, Simak Sentimennya

Menurut dia, saham farmasi lebih banyak dikuasai pemain besar lokal sehingga momentum ini bisa dimanfaatkan. Meski begitu, dia mengingatkan agar investor jangan terlalu berharap mendapatkan dividen besar pada saham-saham tersebut. Dia menyarankan trading jangka pendek saham farmasi.

"Tentunya tidak ada hubungannya dengan vaksin karena vaksinnya akan dikasih gratis. Jangan harap dapat dividen besar dari KAEF atau INAF karena secara perusahaan, perusahaan ini tidak menghasilkan banyak uang. Vaksinnya pun akan dikasih gratis. Cuma harga sahamnya menarik dinaik-turunkan," jelasnya. 

Sementara itu, dia mengatakan, kenaikan IHSG hari ini disebabkan aksi jual yang dilakukan oleh investor lokal yang ditampung oleh investor asing. Investor asing mencatatkan net buy atau beli besar sekitar Rp2,5 triliun.

"Ini suatu hal yang positif. Asing sendiri hari ini masuknya Rp2,5 triliun. Jadi sangat biasa kalau IHSG mencatat rekor tertingginya kembali di masa pandemi ini karena asing masuk. Hal ini juga pasti sejalan dengan program sekarang di mana semua orang menyarankan untuk menukarkan uangnya ditukarkan ke saham. Jadi ada banyak dana segar yang masuk ke bursa saham," ujarnya pada closing market IDX Channel.

Baca Juga: IHSG Sesi I Melonjak ke Level 6.338

Menurut dia, pemberlakuan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021 tidak berpengaruh terhadap IHSG.

"Jadi ini gabungan sentimen yang membuat IHSG memecahkan rekor tertingginya dibandingkan 2020 lalu. Tentu kita sambut positif di bursa saham," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini