Asing Borong Saham Bank Rp2,5 Triliun Bikin IHSG Perkasa

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 278 2342680 asing-borong-saham-bank-rp2-5-triliun-bikin-ihsg-perkasa-aMsCWTCo9f.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja positif hari ini. Pasar saham ditutup menguat 2% atau naik 125 poin ke level 6.382,94.

Adapun posisi tertinggi indeks sepanjang perdagangan hari ini berada pada level 6.382.94 dan terendah di level 6.278,41. Head of Research Creative Trading System Argha Jonathan Karo Karo mengatakan, salah satu faktor penguatan IHSG karena dana asing yang masuk sekitar Rp2,5 triliun pada perdagangan hari ini.

Baca Juga: IHSG Tembus 6.382 di Tengah Pemberlakuan PPKM, Simak Sentimennya

Investor asing tercatat memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan total net buy mencapai Rp670,1 miliar, disusul PT Saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy Rp503,8 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net buy Rp265,5 miliar.

"Perbankan big cap adalah saham-saham yang dikuasai oleh asing. Tentunya berbeda dengan perbankan small cap yang efeknya kecil sehingga tidak tercermin dalam IHSG. Sedangkan pada perbankan big cap, kalau asing masuk akan langsung naik. Begitu keluar pun akan turun," ujarnya pada closing market IDX Channel, Senin (11/1/2021).

Menurut dia, dalam jangka pendek saham-saham tersebut akan berpotensi menguat dengan melihat besarnya dana yang masuk ke saham tersebut.

"Kalaupun mereka mau profit taking, jual lagi di harga atas, harusnya tidak akan keluar dalam waktu singkat. Jadi ada peluang kenaikan apalagi kalau asing terus menjual. Tentunya ini harus didukung mayoritas investor lokal harus menjual sahamnya ke asing supaya dia bisa terus naik," tuturnya.

Argha menambahkan, saham perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar masih mempunyai peluang yang sangat baik ke depan sehingga asing diperkirakan masih akan terus masuk.

"Kalau yang sudah ambil posisi hold terus biar investor lokal yang jual ke asing. Kita hold terus sahamnya apalagi perbankan besar seperti ini peluangnya masih sangat baik ke depan dan asing masih terus masuk. Kalau yang baru masuk pilih yang dikuasai asing dan juga naiknya tidak terlalu besar," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini