6 Fakta BEI Kedatangan 2 Tamu Baru di 2021

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 10 Januari 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 278 2341751 6-fakta-bei-kedatangan-2-tamu-baru-di-2021-8CHdZvfXez.jpg Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan pada Senin 4 Januari 2021 lalu. Transaksi pun kembali berjalan setelah sebelumnya penutupan perdagangan tahun 2020 dilaksanakan pada Rabu, 30 Desember 2020.

Saat pembukaan itu, BEI kedatangan "tamu", yaitu ada dua perusahaan yang akan melakukan penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta, Jakarta, Minggu (9/1/2021).

Baca Juga: BEI Siapkan Aturan IPO Perusahaan Startup

1. FAP Agri Jadi Pendatang Pertama BEI di 2021

PT FAP Agri Tbk resmi melakukan penawaran perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini. Emiten dengan kode saham FAPA ini menjadi perusahaan pertama yang melakukan IPO di tahun 2021.

2. Dana Hasil IPO Akan Digunakan untuk Bayar Utang Bank

Perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan industri kelapa sawit ini telah menawarkan sejumlah 544.411.800 saham atau sebesar 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham. Saham-saham tersebut ditawarkan dengan harga Rp1.840 (seribu delapan ratus empat puluh Rupiah) per lembar. Dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran hutang bank.

Baca Juga:  Optimis IHSG Menuju Level 6.800 pada Akhir 2021

3. FAPA menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek

Adapun nilai emisi seluruhnya berjumlah sebesar Rp1.001.717.712.000 atau satu triliun satu miliar tujuh ratus tujuh belas juta tujuh ratus dua belas ribu Rupiah. FAPA menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

4. Ini Penjelasan Dirut FAPA Soal IPO Perusahaannya

Direktur Utama FAPA, Donny mengatakan, saat ini FAPA mengoperasikan perkebunan dan fasilitas pengolahan kelapa sawit melalui para entitas anaknya yang berdomisili di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Riau.

"Bisnis minyak kelapa sawit memiliki potensi yang besar, di antaranya karena permintaan internasional yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia. Tingkat produktivitas (minyak kelapa sawit) yang lebih tinggi dibandingkan minyak nabati yang lain, dan gencarnya kampanye penggunaan biofuel secara nasional dan global," ujar Donny dalam keterangan tertulis, Senin (4/1/2021).

5. PT DCI Indonesia Tbk Jadi Perusahaan Kedua yang IPO di 2021

PT DCI Indonesia Tbk hari ini resmi melakukan penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode DCII ini bergerak di bidang pusat data (data center).

DCII melepas sejumlah 357.561.900 saham baru atau setara dengan 15% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga penawaran sebesar Rp 420,- per saham. DCI Indonesia menunjuk PT Buana Capital Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

CEO DCI Indonesia, Toto Sugiri mengatakan, langkah pihaknya melantai di bursa merupakan bagian dari strategi Perseroan. Kinerja perusahaan sampai Desember 2020 mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Toto merasa optimis dengan prospek bisnis data center yang digeluti Perseroan di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sedang melesat.

"Ditambah teknologi cloud yang tumbuh secara eksponensial, yang telah mendorong permintaan terhadap fasilitas data center hyperscale di Indonesia akhir-akhir ini," ujar Toto dalam keterangan tertulis, Rabu (6/1/2021).

6. Dana IPO PT DCI Indonesia untuk Belanja Modal dan Sisanya untuk Modal Kerja Perseroan

Sementara itu, President Director PT Buana Capital Sekuritas, Benny Setiabrata memaparkan, perseroan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 29 Desember 2020. Selama penawaran umum tanggal 30 Desember 2020, saham Perseroan mendapatkan respon yang sangat positif dari investor.

"Selanjutnya, dari IPO ini, Perseroan menerima dana lebih dari Rp150 miliar, yang akan digunakan 80% untuk belanja modal dan sisanya untuk modal kerja Perseroan," ucap Benny.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini