Wall Street Cetak Rekor, Indeks Nasdaq Pimpin Penguatan

Sabtu 09 Januari 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 278 2341461 wall-street-cetak-rekor-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan-rVWJzPtz30.jpg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

 JAKARTA - Wall Street cetak rekor mencapai level tertinggi baru pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS menguat ketika muncul harapan lebih banyak stimulus dari Washington setelah Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan paket ekonominya akan mencapai triliunan dolar.

Baca Juga: Investor Abaikan Kerusuhan Capitol Hill, Pasar Saham Global Tetap Cuan

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 56,84 poin atau 0,18% menjadi ditutup di 31.097,97 poin. Indeks S&P 500 naik 20,89 poin atau 0,55%, menjadi menetap di 3.824,68 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 134,50 poin atau 1,03% menjadi berakhir di 13.201,98 poin, dilansir dari Antara, Sabtu (9/1/2021).

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan consumer discretionary terangkat 1,8%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor material tergelincir 0,51%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Tertinggi di 2021

Reli terbaru Dow, S&P 500 dan Nasdaq mengabaikan data pasar tenaga kerja pada pagi hari yang menunjukkan ekonomi AS kehilangan pekerjaan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan pada Desember, ketika negara itu tertekuk di bawah serangan COVID-19.

Untuk minggu ini, S&P naik 1,83%, Dow bertambah 1,61% dan Nasdaq melonjak 2,43%. Tetapi di akhir sesi, S&P mundur sedikit dari puncaknya yang terbaru menyusul laporan bahwa Senator Demokrat AS Joe Manchin menentang bantuan tunai langsung yang lebih besar sebelum menangani pandemi virus corona. Pernyataan tersebut meresahkan investor yang mengharapkan pembayaran stimulus lebih lanjut.

“Sungguh menakjubkan betapa sensitifnya kami terhadap perubahan sekecil apa pun tentang kapan dan seberapa besar stimulusnya,” kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

"Saham akan mulai dihargakan dalam paket bantuan ekonomi yang lebih besar dari pemerintahan Biden," kata Moya. "Itu akan terus menjadi pendorong ekuitas," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini