IHSG 'Mengamuk' di Perdagangan Pekan Pertama 2021, Cek 7 Faktanya

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 278 2341163 ihsg-mengamuk-di-perdagangan-pekan-pertama-2021-cek-7-faktanya-mqbON242ev.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perdagangan bursa tahun 2021 telah dibuka. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas ke level 6.000. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan bursa tahun 2020, IHSG gagal berada di level 6.000.

Tercatat, IHSG berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Senin, 4 Januari 2021. IHSG naik 29,39 poin atau 0,49% ke 6.008. Hingga perdagangan Jumat 8 Januari 2021, IHSG terus menguat. Tercatat, IHSG ditutup menguat ke level 6.257.

Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audio mengatakan penguatan IHSG ini ditopang oleh kepercayaan investor mengenai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Ini sebenarnya respons dari pasar dan terkait pembatasan ini jadi realistis bagi investor," kata Oktavianus Audio dalam acara Market Opening, Jumat (8/1/2021).

Baca Juga: IHSG Menanjak Kencang Sambut Akhir Pekan, Naik 1,7% ke 6.258 

Berikut fakta-fakta terkait IHSG sepekan pertama di tahun 2021 seperti dirangkum Okezone Jakarta, Sabtu (9/1/2020).

1. Bos OJK Sebut Pasar Modal RI Lebih Baik dari Singapura

 

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, IHSG telah menunjukkan penguatan dan sempat rebound di atas level 6.000. Dia mengklaim ini lebih baik dibandingkan bursa negara- negara tetangga seperti Singapura, Filipina, dan Thailand.

"Ini lebih baik dibandingkan bursa negara-negara tetangga seperti Singapura, Filipina, dan Thailand," kata Wimboh di Jakarta, Senin (4/1/2021).

2. IHSG Ditutup Naik 2,1% pada Perdagangan Pertama 2021

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal perdagangan 2021 ditutup menguat. IHSG ditutup naik 125,83 poin atau 2,1% ke 6.104,9 atau 6.105.

Pada penutupan perdagangan, Senin (4/1/2021), mayoritas sektor penopang IHSG ditutup menguat. Di mana, penguatan tertinggi di sektor perkebunan yaitu 2,94%.

3. IHSG Ditutup Naik 2 Hari Berturut-Turut

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukan performa yang baik pada penutupan perdagangan, Selasa (5/1/2021). IHSG ditutup naik 32,4 poin atau 0,53% ke 6.137,34 atau 6.137.

Terdapat 248 saham menguat, 280 saham melemah dan 168 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp10,13 triliun dari 12,42 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

 

4. Ditopang Saham Di Sektor Perkebunan Sawit

Saham di sektor perkebunan menjadi faktor penguat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat pada Selasa (5/1/2021). Hal Ini ditopang oleh kenaikan harga crude palm oil (CPO).

 

5. IHSG Sempat anjlok 1,2%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot di akhir perdagangan Rabu (6/1/2021). IHSG ditutup turun 71,66 poin atau 1,2% ke 6.065,68 atau 6.066.

Terdapat 171 saham menguat, 355 saham melemah dan 172 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp9,96 triliun dari 11,69 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

6. PSBB Jawa-Bali Pengaruhi IHSG

Pemerintah akan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat pada sejumlah wilayah di Provinsi Jawa sampai Bali. Ini mempengaruhi pergerakan IHSG Rabu (6/1/2021). Indeks ditutup turun 71,66 poin atau 1,17% ke 6.065.

"Kalau kita lihat sepanjang hari IHSG mulai turun dikarenakan efek dari isu di London terhadap lockdown ketiga kali, kemudian di sesi kedua muncul berita bahwa PSBB yang akan diperketat mulai 11 Januari itu juga memicu kepanikan, tetapi di akhir sesi justru mengalami kenaikan dibanding awal pembukaan sesi kedua," ujar Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Batam Chris Apriliony dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Rabu (6/1/2021).

 

7. Tesla Jadi Sentimen Positif Pasar Modal Indonesia

Ceo & Founder Ara Hunter Hendra Martono mengatakan, penutupan IHSG cukup luar biasa karena bisa terus menguat hingga penutupan. Menurutnya, penguatan IHSG yang konsisten ditopang oleh saham pertambangan. Hal ini dikarenakan adanya kabar Tesla ingin masuk ke Indonesia.

"Tesla ingin masuk ke Indonesia ini memberikan sentimen positif pada pasar modal," jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini