IHSG Tutup Tahun Melemah di Bawah 6.000, Analis: Susah Ditebak

Hafid Fuad, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 278 2336586 ihsg-tutup-tahun-melemah-di-bawah-6-000-analis-susah-ditebak-bdGOAMLo48.jpeg IHSG Menguat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Analis menilai IHSG masih menjanjikan dalam jangka panjang. Meski pada akhir perdagangan 2020 mengalami penurunan di bawah level 6.000.

Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin memberikan proyeksi IHSG hingga akhir Januari 2021 masih akan bergejolak akibat kekhawatiran memburuknya penyebaran Covid-19 di dunia khususnya Amerika Serikat dan Eropa.

Baca Juga: Analisa IHSG 2020 & Prediksi 2021 dari MNC Sekuritas, Simak di Aplikasi MNC Trade New!

Namun dalam jangka panjang IHSG masih menjanjikan, sehingga disarankan untuk melakukan aksi beli dengan tujuan jangka panjang.

Menurutnya, pelaku pasar harus mengacu pada kebijakan The Fed yang berkomitmen menjaga suku bunga sangat rendah dan menjaga perannya sebagai the lender of last resort demi menjaga perekonomian.

Baca Juga: Pasar Modal RI Dibanjiri 3,87 Juta Investor Baru meski Ada Covid-19

"Hingga akhir Januari nanti masih fluktuatif dan susah ditebak. Pergerakan di ujung tahun ini volatilitasnya meningkat sangat tajam khususnya setelah menembus level 6.000. Itu bisa diukur secara kuantitatif dengan pengukuran volatilitas menggunakan ekonometrika (GARCH). Artinya volatilitas itu tidak berarti akan otomatis terjadi dying out dalam sekejap. Pergerakan indeks pasti perlu waktu untuk terjadi penurunan atau decreasing," ujar Ferry hari ini di Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Pengamat pasar modal dari LBP Institut Lucky Bayu Purnomo mengakui angka di kisaran 6.000 sebagai angka psikologis dan ini sudah ditunggu pelaku pasar untuk akhir tahun ini. Namun selalu ada dua potensi yaitu akan melemah atau menguat.

"Kita lihat pelemahan hari ini tidak signifikan. Pelemahan yang terjadi dalam kategori tipis jadi masih berpeluang menguat dan menguji level 6.000," ujar Lucky hari ini.

Pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah juga menilai penurunan IHSG merupakan kewajaran menjelang libur panjang. Beberapa investor melepas investasinya untuk merealisasikan profit, sehingga menyebabkan ada tekanan jual. Sehingga terjadi penurunan harga yang cukup tajam.

"Saya rasa pasar akan kembali meningkat setelah libur panjang. IHSG akan kembali lewati angka 6.000. Kecuali jika selama liburan ini terjadi lonjakan luar biasa kasus Covid-19 yang memaksa pemerintah melakukan pengetatan PSBB kembali," sebut Piter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini