Pasar Modal RI Dibanjiri 3,87 Juta Investor Baru meski Ada Covid-19

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 278 2336424 pasar-modal-ri-dibanjiri-3-87-juta-investor-baru-meski-ada-covid-19-cNDSMx32Np.jpg IHSG (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Perkembangan pasar modal Indonesia di penghujung tahun 2020 telah mengarah ke jalur yang sangat positif. Meskipun di tengah pandemi Covid-19, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pertumbuhan cukup pesat.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan, aktivitas perdagangan yang pesat di masa pandemi turut menempatkan BEI sebagai bursa tertinggi di antara bursa kawasan Asean dalam memfasilitasi berbagai perusahaan untuk menggalang dana melalui pasar modal.

"Pertumbuhan aktivitas go public turut diikuti tren pertumbuhan jumlah investor pasar modal, meskipun dihadapkan situasi pandemi jumlah investor terus bertambah menjadi 3,87 juta investor atau meningkat 56% sepanjang tahun 2020," ujar Inarno dalam acara Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2020 secara Virtual, Rabu (30/12/2020).

Baca Juga: IHSG Gagal Ditutup di 6.000, 365 Saham Kebakaran saat Perdagangan Terakhir 2020 

Inarno menambahkan, hal menarik lainnya adalah adanya peningkatan transaksi investor yang mencapai 94.000 investor per hari atau meningkat 73% dibanding tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, peningkatan juga terdapat pada aktivitas transaksi dari kalangan investor ritel yakni atau naik 4 kali lipat dalam 11 bulan terakhir.

"Ini adalah. tahunnya investor ritel di pasar modal Indonesia dan semoga menjadi pondasi yang besar dalam pertumbuhan pasar modal ke depan," kata dia.

Dia menuturkan, untuk terus memperkuat layanan dan menjaga momentum pertumbuhan pasar modal Indonesia, BEI bersama OJK dan SRO pasar modal Indonesia telah meluncurkan serangkaian inisiatif strategis di tahun 2020.

"Seluruh inisiatif ini ditujukan untuk menguatkan layanan go public kepada calon perusahaan, perluasan instrumen dan produk pasar modal, perluasan infrastruktur perdagangan untuk pasar obligasi serta penguatan infrastruktur keterbukaan informasi untuk mendukung perlindungan investor pasar modal Indonesia," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini