Bank Syariah Indonesia Terbentuk, Ini Tugas dari Muhammadiyah

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 278 2329446 bank-syariah-indonesia-terbentuk-ini-tugas-dari-muhammadiyah-kTCBOK0TQd.jpg Bank Syariah Indonesia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk berpotensi menguasai pasar keuangan syariah nasional. Selain itu, Bank Syariah Indonesia juga bisa memiliki daya saing global dengan besarnya modal dan aset yang dimiliki.

“Setelah merger, bank syariah hasil penggabungan milik BUMN ini diharapkan fokus untuk menggarap bisnis core competence masing-masing, bisa saling komplementer dan menguatkan. Jadi bank merger nantinya memiliki layanan berbasis syariah yang integratif dan komprehensif bagi semua segmen nasabah, mulai dari yang mikro, kecil, menengah (UMKM), ritel, wholesale, sampai korporasi, baik untuk nasabah nasional maupun global,” ujar Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah Mukhaer Pakkanna dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga: Disebut Tak Dukung UMKM, Ini Kata Bank Syariah Indonesia 

Dukungan diberikan karena bank hasil merger ini dipercaya bisa menjadi entitas perbankan syariah yang sama, atau lebih besar dari bank-bank konvensional. Menurut Mukhaer, Muhammadiyah harus mendukung keberadaan bank hasil merger. Dukungan ini diperlukan agar bank hasil merger dapat segera mewujudkan visinya menjadi satu dari 10 bank syariah terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dalam waktu 5 tahun ke depan.

Dia juga menyebut, jajaran manajemen dipilih untuk menjalankan roda organisasi Bank Syariah Indonesia harus mampu menjamin agar operasional bisa berjalan normal, optimal, dan prima nantinya. Manajemen Bank Syariah Indonesia harus memiliki visi jauh ke depan, memiliki pengalaman global, berani mengambil risiko, memiliki jejaring tingkat nasional dan global, dan mampu secepatnya memulihkan kepercayaan terhadap bank syariah hasil merger.

“Awalnya, saya berharap Pemerintah memilih salah satu di antara beberapa bank syariah pelat merah yang dikonversi menjadi bank syariah unggulan dan berdaya saing global. Namun, ternyata pemerintah lebih memilih tiga bank syariah yang dimerger," katanya.

 

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menilai kehadiran bank syariah hasil merger bisa menjadi titik balik kebangkitan ekonomi syariah di Indonesia. Bank Syariah Indonesia juga diharap menjadi acuan atau role model pengembangan bisnis perbankan syariah yang efektif dan efisien di Indonesia.

“Saya kira para pengurus yang sudah dipilih itu sampai saat ini menjadi orang yang terbaik. Saya harap mereka ekstra kerja dan saya ucapkan selamat dan semoga amanah. Soalnya investasinya kan tinggi untuk memperbaiki bank syariah, maka kerjanya manajemen harus lebih tinggi dengan model baru ini. Harapan saya begitu, semoga ini menjadi titik balik perbaikan perekonomian dan menciptakan kesejahteraan umat seperti yang dicita-citakan,” ujar Sunanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini