Akta Penggabungan Ditandatangani, Bank Syariah Indonesia Tancap Gas

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 278 2328871 akta-penggabungan-ditandatangani-bank-syariah-indonesia-tancap-gas-GM97ocHUv3.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Proses penggabungan usaha PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) terus berjalan. Saat ini proses merger telah sampai pada tahap penandatanganan Akta Penggabungan, setelah masing-masing bank yang akan bergabung mendapat restu dari para pemegang saham melalui forum RUPSLB untuk menuntaskan merger.

Adapun penandatanganan Akta Penggabungan Merger tiga Bank Syariah dilakukan oleh seluruh perwakilan bank peserta penggabungan usaha yakni Direktur Utama Bank BRISyariah Ngatari, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Hery Gunardi, dan Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo. Proses ini juga disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo

 Baca juga: Bank Syariah Indonesia Menuju Pemain Global, Bagaimana Caranya?

Akta Penggabungan turut memuat susunan kepengurusan bank hasil merger yang terdiri dari 10 Direksi. Kepengurusan ini telah ditetapkan dalam RUPSLB BRIsyariah Selasa (15/12/2020) lalu, dan akan mulai efektif bekerja setelah menjalani proses penilaian oleh OJK.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penandatanganan Akta Penggabungan menunjukkan bahwa merger usaha tiga bank syariah terus berjalan sesuai jadwal. Dia juga menegaskan, proses merger yang berlangsung sesuai dengan visi Pemerintah untuk menciptakan ekosistem syariah yang lebih mapan dan besar di Indonesia, sehingga dapat bermanfaat luas bagi masyarakat.

 Baca juga: Ini Daftar Jajaran Direksi Bank Syariah Indonesia

"Bank hasil merger diharap memiliki produk dan SDM yang kompetitif untuk menjawab kebutuhan pasar nasional serta global. Proses ini bisa berjalan berkat kerja keras semua pihak demi perkembangan ekonomi syariah yang lebih baik lagi," ujar Tiko dalam video conference, Rabu (16/12/2020).

Tiko menambahkan, dirinya percaya dengan struktur dan susunan kepengurusan yang sudah ditetapkan telah mencerminkan kebutuhan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

"Demi memastikan proses integrasi berjalan baik serta mulus, kita butuh profesional berpengalaman yang mengerti luar-dalam kondisi dari ketiga bank untuk mengawalnya, " kata dia.

Sementara itu, Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN serta Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Hery Gunardi menambahkan, pasca proses penggabungan tuntas, Bank Syariah Indonesia harus bisa segera bergerak demi mewujudkan visi menjadi salah satu bank syariah terdepan di Indonesia dan dunia.

 Baca juga: Sah, Hery Gunardi Jadi Dirut Bank Syariah Indonesia

"Bank Syariah Indonesia harus bisa langsung tancap gas untuk mewujudkan visi sebagai salah satu bank syariah terdepan di Indonesia dan di dunia," ucap Hery

Dia menuturkan, dengan struktur dan identitas baru ini semakin memicu semangat Bank Syariah Indonesia untuk menuntaskan merger dan integrasi sebaik mungkin agar dapat beroperasi memenuhi segala kebutuhan nasabah dan masyarakat.

"Semangat yang ingin kami gaungkan melalui merger ini adalah Persatuan. Kami bersatu dalam Hasanah, bersatu membawa Faedah, dan InsyaAllah bersatu menjadi Berkah. Kami bersatu untuk Indonesia," ucapnya.

Berikut susunan manajemen Bank Hasil Penggabungan sesuai kesepakatan dalam RUPSLB BRIsyariah adalah sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Mulya E Siregar

Komisaris : Suyanto

Komisaris : Masduki Baidlowi

Komisaris : Imam Budi Sarjito

Komisaris : Sutanto

Komisaris Independen : Bangun S. Kusmulyono

Komisaris Independen : M. Arief Rosyid Hasan

Komisaris Independen : Komaruddin Hidayat

Komisaris Independen : Eko Suwardi

DEWAN PENGAWAS SYARIAH

Ketua Dewan Pengawas Syariah : Mohamad Hidayat

Anggota Dewan Pengawas Syariah : Oni Syahroni

Anggota Dewan Pengawas Syariah : Hasanudin

Anggota Dewan Pengawas Syariah : Didin Hafidhuddin

DIREKSI

Direktur Utama : Hery Gunardi

Wakil Direktur Utama 1 : Ngatari

Wakil Direktur Utama 2 : Abdullah Firman Wibowo

Direktur Wholesale & Transaction Banking : Kusman Yandi

Direktur Retail Banking : Kokok Alun Akbar

Direktur Sales & Distribution : Anton Sukarna

Direktur Information Technology : Achmad Syafii

Direktur Risk Management : Tiwul Widyastuti

Direktur Compliance & Human Capital : Tribuana Tunggadewi

Direktur Finance & Strategy : Ade Cahyo Nugroho

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini