Sah, Hery Gunardi Jadi Dirut Bank Syariah Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 278 2328171 sah-hery-gunardi-jadi-dirut-bank-syariah-indonesia-ARDuJy5NWp.jpg Bank Syariah Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hery Gunardi ditetapkan dan disahkan menjadi Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Hal ini keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Syariah Indonesia.

Hery Gunardi sebelumnya menjabat sebagai Ketua Project Management Office merger tiga bank syariah milik BUMN.

Bank Syariah Indonesia merupakan penggabungan tiga bank yaitu PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Bank Mandiri Syariah dan PT Bank BNI Syariah. BRIS merupakan entity suvivor yang menerima penggabungan tiga bank tersebut.

RUPSLB tersebut membahas lima mata acara yang terkait dengan merger tiga bank syariah anak usaha BUMN.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia, Nama Baru Hasil Merger 3 Bank Syariah BUMN 

Kelima mata acara RUPSLB BRIsyariah adalah persetujuan atas penggabungan, persetujuan rancangan penggabungan, persetujuan akta penggabungan, persetujuan perubahan anggaran dasar, dan persetujuan susunan Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah Bank Hasil Penggabungan.

"BRI Syariah menggelar RUPSLB sebagai salah satu proses yang harus dilalui dalam proses merger tiga bank umum syariah milik anak perusahaan BUMN. Bank hasil merger akan bergabung secara efektif pada 1 Februari 2021," demikian bunyu keyerangan tertulis yang disampaikan oleh Manajemen BRI Syariah Indonesia, Selasa (15/12/2020).

 

Dalam RUPSLB yang sudah diselenggarakan, para pemegang saham BRIS menyepakati penggabungan perusahaan dengan PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM). Kedua perusahaan tersebut telah disepakati untuk digabung ke dalam BRIsyariah, dan akan beroperasi pasca tuntasnya proses merger dan persetujuan merger diperoleh dari regulator dengan nama baru, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk. RUPSLB turut menyetujui visi Bank Hasil Penggabungan untuk “Menjadi 10 Bank Syariah Terbesar di Dunia.”

Penggabungan BRIS, BNIS, dan BSM dilakukan untuk menciptakan bank syariah berskala besar guna meningkatkan penetrasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Para pemegang saham telah menyepakati, struktur pengurus bank hasil penggabungan akan terdiri dari seorang Direktur Utama, dua Wakil Direktur Utama, dan masing-masing satu Direktur Wholesale & Transaction Banking, Retail Banking, Sales & Distribution, Information Technology & Operations, Risk Management, Compliance & Human Capital, serta Finance & Strategy.

RUPSLB BRIsyariah juga menyepakati penambahan tugas, tanggung jawab, dan fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk Bank Hasil Penggabungan. Bersamaan dengan itu, disepakati pula aturan mengenai kewenangan, jumlah minimal, dan masa jabatan DPS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini