Merger, Bank Syariah Indonesia Masuk Top 10 Bank Terbesar

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Jum'at 11 Desember 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 278 2325695 merger-bank-syariah-indonesia-masuk-top-10-bank-terbesar-3RYUT214OV.jpg Bank Syariah Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seluruh proses dan tahapan-tahapan merger bank syariah akan terus dikawal hingga penggabungan ketiga bank syariah BUMN selesai dilakukan. Nama hasil merger tiga bank syariah adalah Bank Syariah Indonesia.

Ketua Project Management Office Integrasi Hery Gunardi memastikan segala rencana perubahan dan penyesuaian operasional telah sesuai dengan tujuan dan kegiatan operasional bank hasil merger, yang memiliki visi menjadi top 10 bank syariah terbesar di dunia dalam 5 tahun ke depan dan sebagai top 10 bank terbesar di Indonesia.

“Kehadiran Bank Syariah Indonesia akan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, entitas baru ini tentu memerlukan identitas yang kuat dan direksi yang berpengalaman untuk menjalankan operasionalnya," katanya di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia, Nama Baru Hasil Merger 3 Bank Syariah BUMN 

Dengan direksi yang akan diisi oleh orang-orang berpengalaman di bidangnya, visi Bank Syariah Indonesia untuk menjadi salah satu bank syariah terbesar di dunia akan semakin mantap dan yakin bisa kita wujudkan.

Direktur Utama BRISyariah Ngatari menambahkan, masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui hingga penggabungan tiga bank ini tuntas, termasuk memperoleh persetujuan dari regulator- regulator terkait.

Seluruh proses akan dilakukan secara saksama sesuai regulasi yang berlaku.“Alhamdulillah, saat ini kami telah memiliki rancangan nama baru untuk menjadi identitas bank hasil merger nanti. Identitas baru ini semakin memicu semangat kami untuk menuntaskan merger dan integrasi sebaik mungkin, dan mulai beroperasi memenuhi segala kebutuhan nasabah dan masyarakat," katanya.

Dirinya pun menjamin semua proses merger sampai tuntas nanti akan dilakukan dengan mengedepankan para karyawan, nasabah, dan mitra usaha. Perlu dicatat bahwa saat ini merger belum efektif.

"Kami masih menjalankan sejumlah proses agar dapat memperoleh semua persetujuan dari regulator. Hingga proses tersebut selesai, semua operasional dan layanan tetap berjalan normal dan optimal,” ujar Ngatari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini