IPO, Trimitra Prawara Goldland Segera Melantai di Bursa

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 278 2320894 ipo-trimitra-prawara-goldland-segera-melantai-di-bursa-64DKzz0Wua.jpg IPO Trimitra Prawara. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Perusahaan pengembang properti, PT Trimitra Prawara Goldland Tbk segera melepas saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencananya, perseroan melantai di bursa pada 11 Desember 2020.

"Sehubungan dengan surat PT Trimitra Prawara Goldland Tbk. (Perseroan) No. 044/TPG-IPO/X/2020 tanggal 2 Oktober 2020, dengan ini diumumkan bahwa apabila seluruh persyaratan pencatatan efek calon perusahaan tercatat sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Efek Indonesia (Bursa) Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat telah dipenuhi oleh Perseroan, maka Efek Perseroan akan dicatatkan di Bursa pada tanggal 11 Desember 2020," tulis keterbukaan informasi BEI yang dikutip Okezone, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga: Airbnb Lanjutkan IPO meski Babak Belur Dihantam Corona

Nantinya, perusahaan akan tercatat di lantai bursa dengan kode emiten ATAP.

Sementara itu, dampak pandemi memberikan banyak pengaruh bagi perekonomian Indonesia tak terkecuali Pasar Modal. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan minat perusahaan di Indonesia untuk masuk ke pasar modal. Tercatat hingga Agustus dana hasil penghimpunan dari mekanisme Intial Public Offering (IPO) sebesar Rp4,2 triliun.

Baca Juga: Melantai di BEI, Sunindo Adipersada Bidik Pasar Global Mainan Anak

“Hingga tanggal 31 Agustus 2020, Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan sebanyak 37 Perusahaan Tercatat baru saham, 58 emisi obligasi dari 41 perusahaan, serta pelaksanaan rights issue/HMETD dari 12 perusahaan,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna.

Adapun rincian besaran nilai perolehan dana dari masing-masing aksi korporasi yakni, IPO Saham sebesar Rp4,2 triliun, Penerbitan Obligasi sebesar Rp45,9 triliun, dan Rights issue/HMETD sebesar Rp10,8 triliun.

“Sampai dengan 31 Agustus 2020, masih terdapat 11 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham di BEI dan bergerak pada beberapa sektor dengan rincian, 4 perusahaan dari sektor property, real estate dan building construction, 2 perusahaan dari sektor trade, services and investment, 2 perusahaan dari sektor consumer goods industry, 2 perusahaan dari sektor miscellaneous industry,dan 1 perusahaan dari sektor finance,” sebut I Gede Nyoman Yetna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini