Pasar Modal Indonesia Sembuh dari Covid-19, Ini Buktinya

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 278 2319457 pasar-modal-indonesia-sembuh-dari-covid-19-ini-buktinya-Ngmqnvc1Tc.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA Pasar modal Indonesia mulai mengalami perbaikan setelah sempat tertekan selama pandemi covid-19. Perbaikan kinerja pasar modal Indonesia tercermin dari beberapa segmen yang didata oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Posisi Indonesia Sangat Strategis di Perekonomian Syariah Global

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK, Luthfy Zain Fuady mengatakan, perkembangan pertama dilihat dari nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana yang meningkat 2,93% per 27 November 2020 dibandingkan dengan akhir tahun 2019, begitu juga jumlah reksa dana yang mengalami peningkatan.

"Untuk NAB reksa dana, alhamdulillah kalau dibanding akhir tahun lalu sampai hari ini masih mencatat kenaikan 2,93% untuk NAB reksa dana, dari Rp542 triliun di akhir tahun lalu, sekarang di Rp558 triliun di 27 November. Jumlah reksa dana pun mengalami peningkatan 1,65% dari 2.181 menjadi 2.217 per 27 November," ujar Luthfy dalam Media Gathering 2020, Selasa (1/12/2020).

Baca Juga: Bos BEI Sebut Jumlah Transaksi dan Investor Syariah Naik Tinggi

Kemudian, dilihat dari segmen emisi efek emiten, meskipun tahun ini cukup berat, tetapi pasar modal masih mencatat adanya 154 emisi, baik perusahaan yang menawarkan efeknya di pasar modal, ekuitas dan surat utang dengan total Rp103,3 triliun.

"Ada yang IPO, right issue ada yang penawaran umum EBUS, ada juga PUB penawaran umum berkelanjutan," katanya.

Selain itu, Luthfy menyebut ada kenaikan signifikan pada single investor identification (SID), di mana jumlah investor baru yang punya SID naik menjadi 3,53 juta SID jika dibandingkan tahun lalu sebanyak 2,48 juta SID. Bahkan, yang menggembirakan dari sisi profil umur investor 48,29% para pemegang SID adalah di bawah 30 tahun.

Ini hal yang cukup menggembirakan artinya di kalangan milenial sudah banyak tertarik berinvestasi di pasar modal, mungkin dari sisi aset tidak terlalu besar tapi pelan-pelan kita juga yakin suatu saat mereka akan menjadi investor dengan total aset yang besar," ucapnya.

Meskipun mayoritas mengalami kenaikan, terdapat adanya penurunan pada jumlah emiten baru di tahun ini, di mana jika dibandingkan pertumbuhan tahun lalu sebanyak 60 emiten baru dan tahun ini sampai November 2020 masih terdapat 45 emiten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini