Trump Tinggalkan Gedung Putih Pendorong Pasar Saham

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Minggu 29 November 2020 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 278 2318343 trump-tinggalkan-gedung-putih-pendorong-pasar-saham-NLvTvDDkSc.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Ketika menjelang pemilu hingga pelaksanaan pemilu AS, ada risiko potensi konflik yang berpotensi menaikkan ketidakpastian terutama bila proses transisi tidak berjalan secara mulus.

Presiden AS Donald Trump mengatakan jika Electoral College memilih Biden, dia akan meninggalkan Gedung Putih. Tetapi Trump masih bertahan pada pendiriannya mengenai penipuan dalam pemilu, yang sejauh ini belum disertai bukti-bukti yang memadai.

Baca Juga: Trump Isyaratkan Bersiap Tinggalkan Gedung Putih

Namun pemerintahan Presiden Donald Trump menyediakan sumber daya federal bagi tim Presiden terpilih Joe Biden untuk transisinya ke Gedung Putih.

Kepala General Services Administration, Emily Murphy mengatakan pemerintahan Trump menyediakan sumber daya federal untuk transisi Presiden terpilih Joe Biden menuju Gedung Putih.

Baca Juga: Beri Selamat kepada Joe Biden, Xi Jinping Harapkan AS dan China Win-Win

"Hal ini membuka jalan transisi ke Biden berlangsung dengan mulus. Seiring turunnya risiko politik AS akibat konflik pemilu, berhasil menjadi katalis positif yang mendorong pasar saham naik," kata Direktur Investasma Hans Kwee di Jakarta, Minggu (29/11/2020).

Menurut dia saat ini pasar keuangan sangat optimis dengan skenario vaksin tersedia secara bertahap tahun depan dan ekonomi kembali normal. Di awali Pfizer dan BioNTech mengatakan uji vaksin efektif 95% lawan virus corona.

Sesudah itu ada perusahaan Moderna yang mengklaim vaksin yang dikembangkan punya kemanjuran 94,5% vaksin lawan Covid-19. Lalu ada Vaksin AstraZaneca dan Oxford asal Inggris yang merilis keberhasilan membuat vaksin dengan tingkat efektivitas 70% melawan Covid-19 sesudah uji fase ke-3.

Menurut Hans kehadiran vaksin membuat pasar saham sangat optimis akan pemulihan ekonomi akan segera terjadi.

"Bahkan vaksin AstraZeneca dan Oxford untuk virus covid-19 disebut sebagai vaksin virus Covid-19 global karena diperkirakan berbiaya murah," ungkap Hans.

Tetapi vaksin AstraZeneca ini menghadapi tantangan setelah perusahaan merevisi efektivitas vaksinnya dari 90 % menjadi 70% mencegah kasus Covid-19. Ini dari hasil uji coba tahap akhir di Inggris dan Brasil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini