Sebelum Investasi Saham, Cari Tahu Dulu Untung Ruginya

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Sabtu 28 November 2020 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 278 2317912 sebelum-investasi-saham-cari-tahu-dulu-untung-ruginya-KlPRFnfwQQ.jpg IHSG (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTAInvestasi saham menjanjikan keuntungan besar meskipun memiliki risiko tinggi. Mengenali keuntungan dan kerugiannya adalah tindakan tepat sebelum memulai investasi saham.

Dilansir dari PT Bursa Efek Indonesia Jakarta, Sabtu (28/11/20), saham merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular.

Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Baca Juga: Jangan Kaget, Banyak Milenial Jadi Investor Mengais Cuan 

Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Ketika membeli saham, ada dua keuntungan yang diperoleh investor.

1. Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka kepemilikan saham tersebut harus berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai maupun saham.

2. Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

 

Investasi saham juga memiliki dua risiko yang ditanggung investor.

1. Capital Loss

Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi di mana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT XYZ yang dibeli dengan harga Rp2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp600,- per saham.

2. Risiko Likuidasi

Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini