Saham-Saham yang Cocok bagi Investor Pemula di Tengah Kenaikan IHSG

Aditya Pratama, Jurnalis · Sabtu 28 November 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 278 2317889 saham-saham-yang-cocok-bagi-investor-pemula-di-tengah-kenaikan-ihsg-Y8N8MkB246.jpg IHSG (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak selalu memberikan dampak negatif terhadap Indonesia, di mana salah satunya pandemi memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan investor di Tanah Air selama tahun 2020.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) pertumbuhan jumlah investor tahun ini sebanyak 3,39 juta investor atau meningkat 37% sepanjang tahun ini.

Namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami koreksi cukup dalam pada Maret lalu dengan menyentuh angka 3.920. Tetapi, saat ini IHSG terus mengalami peningkatan, bahkan dalam sepekan ini indeks menguat hampir sebesar 4% dan berada pada level 5.783,33.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Bursa Bertambah Rp246 Triliun Jadi Rp6.720 Triliun 

Melihat tingginya investor pemula di tengah pandemi dan kenaikan IHSG saat ini, Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menyarankan kepada investor pemula agar tidak membeli atau terkonsentrasi di satu saham saja.

"(Investor pemula) belinya jangan terkonsentrasi dan jangan beli satu saham tapi beberapa saham," ujar Hans saat dihubungi MNC News Portal, Sabtu (28/11/2020).

Hans menambahkan, kepada investor pemula dia menyarankan juga untuk tidak membeli suatu saham dalam jumlah yang banyak sekaligus, tetapi juga harus diperhatikan pergerakannya.

"Nanti masuknya jangan sekaligus, tapi bertahap, nanti kalau indeks koreksi baru beli lebih banyak," katanya.

 

Selain itu, dia juga menyarankan kepada investor pemula untuk memilih saham-saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia beralasan, jika investor telah memiliki dana untuk berinvestasi maka akan lebih banyak dicari adalah saham blue chips dan perusahaan plat merah.

"Kita pikir saham BUMN yang lebih banyak berpeluang untuk naik karena kalau dana masuk biasanya mereka (investor) mencari saham blue chips dan BUMN jadi pilihan," ucapnya.

"Beberapa saham BUMN belum naik banyak ya, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) masih ada potensi. Kemudian PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Di perbankan kita melihat masih ada potensi di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini