Penjualan MAPI Mulai Pulih di Kuartal III-2020

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 278 2316961 penjualan-mapi-mulai-pulih-di-kuartal-iii-2020-bIIPNp93Oa.jpg Ritel (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), mengumumkan pencapaian kinerja keuangannya untuk kuartal III-2020. Penjualan bersih menurun 34% menjadi Rp10,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan e-Commerce tumbuh 394% YoY.

Margin laba kotor tercatat 41,8% dibandingkan 48,1% pada kuartal III-2019, dengan rugi usaha sejumlah Rp459,9 miliar. EBITDA dibukukan sejumlah Rp1,4 triliun, dengan rugi bersih mencapai Rp672,5 miliar dibandingkan laba bersih Rp812,9 miliar di kuartal III-2019.

Baca Juga: Mitra Adiperkasa Suntik Anak Usahanya Rp50 Miliar

Sementara itu di kuartal ke III-2020, penjualan bersih meningkat 62,1% menjadi Rp3,4 triliun dibandingkan pencapaian kuartal II-2020 yang hanya sejumlah Rp2,1 triliun. Margin laba kotor meningkat signifikan sebesar 450bps menjadi 40,2% dibandingkan 35,7% pada kuartal II-2020, dengan rugi usaha sejumlah Rp128,9 miliar dari Rp492,3 miliar pada kuartal sebelumnya.

EBITDA mencapai Rp467,9 miliar dari Rp114,4 miliar, dengan rugi bersih tercatat Rp216,7 miliar dibandingkan Rp483,1 miliar di Q2.

MAP menunjukkan peningkatan pendapatan pada kuartal ke-3 meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlanjut diterapkan di Jakarta, dan pembatasan jumlah pengunjung mal yang berlaku di seluruh Indonesia, merujuk pada peraturan pemerintah tentang pandemi Covid- 19.

Pemulihan penjualan terlihat di semua sektor usaha, sementara penjualan digital terus meningkat secara signifikan, didukung oleh MAPEMALL, Zara, PlanetSports dan Digimap.

Meskipun begitu, perusahaan masih mengalami tekanan pada laba di kuartal ke-3 setelah melaksanakan pengurangan jumlah inventory pasca penutupan gerai-gerai pada kuartal ke-2. Selain itu, terdapat kenaikan pada biaya supply chain yang disebabkan oleh pandemi, biaya tenaga kerja jangka pendek terkait re-organisasi back office, serta investasi jangka panjang dalam bisnis Digital termasuk MAP Club dan strategi 2021 Unified Retail MAP, yang berdampak pada penurunan laba di kuartal tersebut.

Meski demikian, margin dan penjualan kuartal ke-3 telah melampaui ekspektasi internal perusahaan, dengan inventory merchandise yang lebih baru menjelang musim liburan di kuartal ke-4. Selain itu, penjualan melalui kanal eCommerce perusahaan tumbuh mencapai tiga digit, baik melalui MAPEMALL, beberapa platform mono-brand, market place, maupun layanan pemesanan ‘Chat and Buy’.

Selanjutnya penjualan digital tetap menjanjikan setelah dibukanya kembali gerai-gerai, didukung oleh targeted shopper marketing melalui MAP Club, dan peluncuran produk eksklusif di seluruh platform Sports, Fashion, dan F&B.

“Kami sangat termotivasi dengan kekuatan dan ketahanan model usaha ritel multi-channel 360 derajat di seluruh konsep gerai sports, fashion, digital, health and beauty, F&B dan convenience stores. Hal ini, didukung oleh beragamnya demografis pelanggan mulai dari anak usia dini hingga manula, serta rentang harga yang bervariasi mulai dari harga yang terjangkau hingga premium seluruhnya terintegrasi melalui aplikasi loyalty MAP Club. Inilah yang menjadikan MAP memiliki model bisnis yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan lainnya,” ujar VP Investor Relation and Coorporate Communication Ratih D. Gianda, melalui keterangan tertulis, Kamis (26/11/2020).

Mengenai rencana perusahaan ke depan, Ratih meskipun belum kembali ke kondisi normal, namun kami melihat tantangan jangka pendek sebagai peluang jangka panjang untuk berhenti sejenak, menata kembali dan melakukan transformasi model usaha dengan pendekatan Unified Retail yang berpusat pada program MAP Club. Re-organisasi ini merupakan cara baru dalam melayani pelanggan melalui berbagai kanal sesuai pilihan dan kenyamanan mereka.

“Pada prinsipnya, belanja untuk semua kapan pun, di mana pun pelanggan inginkan, baik melalui kanal fisik atau digital,” ucapnya.

Lebih lanjut Ratih menjelaskan, di tahun 2021 MAP Club merupakan perubahan struktural utama untuk menopang pertumbuhan masa depan dalam jangka waktu 24 bulan mendatang. Dengan percepatan peralihan pelanggan ke online, perusahaan tengah menjalankan proses re-organisasi tim penjualan dan pemasarannya menjadi struktur Unified Retail brand.

“Kami percaya suatu hari nanti akan lebih banyak masyarakat Indonesia akan berbelanja di seluruh spektrum produk MAP. Semua akan terhubung dalam program loyalty dan reward kami yang akan memberikan nilai tambah bagi seluruh keluarga. Hal ini akan menjadi masa depan dalam berbelanja,” kata Ratih.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini