Erick Thohir Sebut Hery Gunardi Jadi Dirut Bank Syariah Hasil Merger

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 278 2316879 erick-thohir-sebut-hery-gunardi-jadi-dirut-bank-syariah-hasil-merger-olJz8z0ein.jpg Menteri BUN Erick Thohir dan Wapres Ma'ruf Amin (Foto: IG Erick Thohir)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan pengangkatan Hery Gunardi sebagai Direktur Utama Bank Syariah hasil merger. Hal itu disampaikan melalui akun Instagramnya @erickthohir.

Dalam keterangannya, baik Erick dan Hery mendatangi kediaman Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Kedatangan tersebut untuk melaporkan hasil merger dan pengembangan tiga bank syariah plat merah. Ketiga bank tersebut adalah PT Bank BRIsyariah Tbk. (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS).

 Baca juga: Usai Merger, Bank Syariah BUMN Jangan Fokus untuk Konglomerat

Dalam sesi pertemuan itu, Erick membeberkan jika Hery Gunardi lah sebagai dirut Bank Syariah BUMN. "Alhamdulillah, mendapat banyak masukan dan saran saat mengadakan pertemuan dengan Wapres @kyai_marufamin untuk melaporkan rencana kerja merger Bank Syariah bersama dengan Dirut Bank Syariah Himbara," tulis Erick, dikutip Kamis (26/11/2020).

Dalam proses pengembangan, Mantan Bos Inter Milan itu berharap hasil merger Bank Syariah dapat mendorong dan menguatkan perekonomian syariah di Indonesia.

 Baca juga: Investor Pasar Modal Syariah Meroket 1.500%, BEI: Menarik

"Semoga rencana ini berjalan dengan baik dan Insya Allah, dapat menguatkan ekonomi syariah Indonesia, memakmurkan masyarakat dan tentunya umat muslim di Indonesia," lanjutnya.

Saat ini, Hery Gunardi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Syariah Mandiri. Dia juga bertindak sebagai Project Management Office (PMO) penggabungan bank syariah sejak Maret 2020 lalu.

Sementara itu, penggabungan Bank Syariah sendiri ditargetkan rampung pada Februari 2021. Di tahap awal, diproyeksikan total aset dari ketiga bank syariah tersebut akan mencapai Rp 225 triliun. Adapun di 2025, hasil penggabungan ketiga Bank Syariah tersebut akan memiliki total aset sebesar Rp 390 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini