Prospek Bisnis Sarung Tangan, Mark Dynamics Bidik Penjualan Rp874 Miliar di 2021

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 278 2316149 prospek-bisnis-sarung-tangan-mark-dynamics-bidik-penjualan-rp874-miliar-di-2021-MxT0smQ9bG.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mematok proyeksi penjualan pada 2021 sebesar Rp874 miliar. Angka ini meningkat sebesar 72% dibanding penjualan di tahun 2020 yang diproyeksikan sebesar Rp507 miliar.

Target penjualan ini naik karena prospek bisnis produsen cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen sangat besar dan menjanjikan untuk terus tumbuh. Hal ini dikarenakan meningkatnya kesadaran masyarakat yang lebih tinggi akan pemakaian sarung tangan serta diterapkannya protokol kesehatan yang lebih ketat dibandingkan sebelumnya di masa pandemi Covid-19.

"Dengan demikian proyeksi laba pada 2021 sebesar Rp228 miliar yaitu meningkat sebesar 66% dibandingkan laba di tahun 2020 yang diproyeksikan sebesar Rp138 miliar’’ ujar Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga: Bisnis Sarung Tangan di Tengah Covid-19, Mark Dynamics Raup Laba Rp88 Miliar 

Dia menjelaskan, permintaan akan sarung tangan kesehatan berada pada tingkat permintaan yang belum pernah dialami sebelumnya. Dalam 10 tahun terakhir, tren permintaan sarung tangan konsisten bertumbuh 10% - 12% per tahun, sedangkan di tengah kondisi pandemi Covid-19, permintaan melesat hingga 30% sehingga industri sarung tangan tergoncang oleh ketidakseimbangan supply dan demand.

"Permintaan akan sarung tangan melonjak tinggi, namun pasokan cetakan sarung tangan sangat terbatas. Sebagai contoh, konsumsi sarung tangan per kapita di India telah meningkat dari 4 unit menjadi 30 unit, yang mana permintaan tersebut telah melampaui pasokan di wilayah tersebut," katanya.

 Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD

Kondisi ini tentunya berdampak positif bagi MARK sebagai ±40% pemasok pasar global cetakan sarung tangan karet dimana 95% dari penjualan Perseroan diserap oleh pasar ekspor dan Malaysia merupakan pelanggan terbesar dengan komposisi sekitar 65% dari total penjualan. Bahkan saat ini, MARK sudah mengantongi kontrak senilai USD52 juta untuk pengapalan pada 2021.

Lonjakan permintaan sarung tangan saat pandemi membuat produsen cetakan sarung tangan MARK tidak menunda lama untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Kapasitas produksi Perseroan yang semula 700.000 unit per bulan di tahun 2020 tidak mencukupi permintaan cetakan sarung tangan yang begitu agresif, sehingga mulai kuartal III tahun 2020 Perseroan meningkatkan kapasitasnya menjadi 800.000 unit per bulan.

Dengan naiknya permintaan pasar dan guna memenuhi permintaan yang selalu meningkat tersebut, Perseroan pun berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksinya dengan membangun pabrik baru kedua di desa Dalu, Tanjung Morawa yang estimasinya akan rampung pada bulan Mei tahun 2021 sehingga kondisi ini akan menambah kapasitas produksi MARK menjadi sekitar 1,1 juta unit per bulan pada tahun 2021 dan bahkan akan ditingkatkan hingga mencapai 1,8 juta unit per bulan pada awal tahun 2022.

Untuk pembangunan pabrik baru ini, MARK akan melakukan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp150 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini