Portofolio BI di Sektor Keberlanjutan Capai USD894 Juta

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 278 2315822 portofolio-bi-di-sektor-keberlanjutan-capai-usd894-juta-CeRmLETOT5.jpg BI (Okezone)

JAKARTA - Pemanasan global terus terakselerasi sejak 1960 dan diprakirakan dampaknya akan semakin intensif. Pemanasan global menimbulkan tantangan nyata seperti cuaca ekstrim, ancaman krisis air bersih, kebakaran hutan dan gangguan lingkungan lainnya.

Dampaknya mengancam seluruh level masyarakat tanpa terkecuali, dari individu dan rumah tangga hingga dunia usaha bahkan para pembuat kebijakan.

 Baca juga: Kemenkeu Jual Obligasi Langsung ke BI, Ini Caranya

Salah satu upaya otoritas untuk menjawab tantangan tersebut adalah melalui kerjasama dalam bentuk NGFS atau The Network of Central Banks and Supervisors for Greening the Financial System yang terdiri dari 69 bank sentral, termasuk Bank Indonesia.

Misi dari NGFS adalah untuk berkontribusi mendorong sustainable economy dan juga untuk memitigasi dampak dari environmental and climate risk terhadap sektor keuangan.

 Baca juga:4 Obligasi Rp2,41 Triliun Listing di BEI, Ini Daftarnya

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan sebagai otoritas moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran, BI juga telah Indonesia telah mengadopsi Sustainable and Responsible Investment (SRI) dalam pengelolaan devisa.

"Saat ini, Bank Indonesia juga telah memiliki Portofolio di sektor berkelanjutan (sustainable sectors) sebesar USD894 juta dan menggunakan sustainable SUKUK sebagai underlying SUKBI," katanya, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, Bank Indonesia juga menggunakan instrumen berwawasan lingkungan green bond dan green SUKUK dalam operasi moneter.

Adapu di sisi kebijakan makroprudensial, Bank Indonesia telah memberikan insentif kepada pembiayaan bagi properti dan kendaraan yang bermotor berwawasan lingkungan, berupa pelonggaran kebijakan rasio loan-to-value atau financing-to-value kredit/pembiayaan properti, serta uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Sedangkan di sisi kebijakan sistem pembayaran, langkah Bank Indonesia mendorong percepatan ekonomi keuangan digital berkontribusi terhadap keberlangsungan lingkungan, salah satunya tercermin dari berkurangnya pemakaian kertas dalam transaksi dan operasional perbankan.

Menurut Destry, berbagai instrumen investasi pun semakin beragam dan terus berkembang, baik secara jenis maupun dari sisi jumlah. Berdasarkan informasi dari IMF, total investasi di pasar keuangan berbasis sustainable investment telah naik dari USD300 miliar di tahun 2010 menjadi USD850 miliar di tahun 2019.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya awareness atas dampak terhadap lingkungan dan juga tingkat suku bunga global yang masih akan rendah. "Hal ini akan mendorong investor mencari aset alternative, salah satunya ke sustainable investing," katanya.

Pengembangan instrumen investasi berbasis lingkungan seperti “Green Bonds”, juga masuk menjadi salah satu strategi pendalaman pasar keuangan Indonesia yang tertuang didalam “Strategi Nasional Pengembangan dan Pendalaman Pasar Keuangan” bersama pemerintah dan OJK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini