6 Fakta Pasar Modal Indonesia Berada di Jalur Positif

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 278 2313840 6-fakta-pasar-modal-indonesia-berada-di-jalur-positif-UOehkbyaGG.jpg BEI Catat Perdagangan Selama Sepakan Meningkat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berada di zona merah pada sesi terakhir perdagangan Jumat 20 November 2020. IHSG ditutup melemah 22,40 poin atau 0,40% ke 5.571.

Adapun bursa saham regional Asia mayoritas ditutup menguat pada perdagangan terakhir di pekan ini, kecuali Indeks Nikkei 225 (Tokyo) yang ditutup melemah 106,97 poin atau 0,42% ke 25.527,36.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) ditutup menguat 94,56 poin atau 0,36% ke 26.451,53, Indeks Shanghai Composite (China) ditutup menguat 14,64 poin atau 0,44% ke 3.377,73 dan Indeks Straits Times (Singapura) ditutup menguat 36,01 poin atau 1,30% ke 2.813,01.

Berikut fakta pergerakan IHSG selama periode 2-6 November 2020 berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI):

1. IHSG Sepekan Naik 2,03%

Dalam sepekan perdagangan, IHSG mengalami peningkatan 2,03% dan berada pada level 5.571 dari posisi 5.461 pada penutupan pekan lalu.

2. Kapitalisasi Pasar Naik

Senada dengan IHSG, kapitalisasi pasar bursa turut menunjukkan kenaikan sebesar 2,00% menjadi Rp6.474,868 triliun dari minggu sebelumnya Rp6.347,942 triliun

3. Nilai Transaksi Harian Bursa

Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 0,79% atau Rp12,416 triliun dari Rp12,319 triliun pada penutupan pekan lalu.

4. Volume Transaksi

Peningkatan tertinggi selama sepekan ini terjadi pada rata-rata volume transaksi, yaitu sebesar 13,54% menjadi 18,217 miliar saham dari 16,044 miliar saham pada pekan yang lalu.

Kemudian, rata-rata frekuensi harian selama sepekan turut meningkat 3,60% menjadi 949.073 ribu kali transaksi dibandingkan 916.063 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

5. Jual Bersih Investor

Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp321,93 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp40,882 triliun.

Aksi jual bersih terbesar investor asing di akhir pekan dilakukan pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp89,3 miliar dan menyebabkan saham turun 1,30% ke Rp5.675

6. 2 Pencatatan Obligasi

Terdapat dua emiten dalam pekan ini yang mencatatkan obligasi. Pertama, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank BJB Tahap II Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi Tahap II adalah idA (Single A).

Kedua, Obligasi Berkelanjutan II Bank Sulselbar Tahap II Tahun 2020 (Obligasi Tahap II) yang diterbitkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp750 miliar. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap II adalah idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 94 Emisi dari 58 Emiten senilai Rp74,47 triliun. Dengan kedua pencatatan tersebut, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 466 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp425,18 triliun dan USD47,5 juta serta diterbitkan oleh 127 Emiten.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 127 seri dengan nilai nominal Rp3.667,39 triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp7,18 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini