IHSG dan Rupiah Berpotensi Menguat di Tahun Depan

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 278 2313629 ihsg-dan-rupiah-berpotensi-menguat-di-tahun-depan-jdzA76lYyT.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Perekonomian global pada tahun 2021 diperkirakan masih dalam proses pemulihan, didukung oleh kebijakan moneter dan fiskal di banyak negara maju yang bersifat ekspansif dengan suku bunga rendah mendekati nol persen.

Menurut Pengamat Ekonomi Piter Abdullah, kondisi ini menyebabkan likuiditas global masih akan terus berlimpah.

 Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Saham ACES hingga KRAS Jadi Rekomendasi

"Adanya ekspektasi bahwa pandemi akan bisa berakhir pada tahun 2021 berpotensi mendorong aliran modal mengalir ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan demikian, IHSG dan nilai tukar Rupiah secara bertahap berpotensi menguat dibandingkan dengan tahun ini," ujar Piter, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Infografis IHSG

Rupiah yang stabil, didukung inflasi yang masih akan stabil rendah, membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk melanjutkan kebijakan moneter yang longgar. Di mana dengan suku bunga acuan yang lebih rendah.

 Baca juga: Manfaatkan Covid-19, Warren Buffett Beli Saham 4 Perusahaan Farmasi

Dengan demikian, kata Piter, Bank Indonesia berpeluang kembali menurunkan suku bunga acuan maksimum 50 bps dan akan membawa suku bunga acuan ke level 3,5%, terendah sepanjang sejarah kebijakan moneter di Indonesia.

Dengan asumsi skenario pesimis, pelaksanaan vaksinasi berjalan lambat dan pandemi belum bisa berakhir pada tahun 2021, bahkan kasus Covid-19 meningkat sehingga mendorong terjadinya pengetatan PSBB kembali, pemburukan di sektor riil diperkirakan akan terjadi, yang kemudian merambat ke sektor keuangan.

Adapun indikator indikator sistem perbankan akan mulai memburuk, tingkat Non-Performing Loan (NPL) berpotensi melonjak melewati batas psikologis lima persen. Pemburukan pada kualitas kredit selanjutnya akan mempengaruhi tingkat keuntungan serta menggerus modal.

"Sebaliknya, dengan asumsi skenario optimis, pandemi akan berakhir pada triwulan ketiga 2021 dan perekonomian akan berangsur pulih lebih cepat, sehingga akan mendorong penguatan kembali sektor perbankan," ungkap Piter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini