Minim Sentimen, IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak Datar

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 278 2312218 minim-sentimen-ihsg-hari-ini-diprediksi-bergerak-datar-KranGPD3Qa.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di hari Kamis ini di level 5.541 sedangkan penutupan hari sebelumnya di level 5.557. Namun indeks kembali bergerak naik bahkan menyentuh level 5.573 di pukul 10.30.

Analis Profindo Sekuritas Yuliana memprediksi pergerakan IHSG hari ini akan bergerak mendatar atau sideways di kisaran 5.500-5.600. Meskipun masih ada pertumbuhan namun tidak akan signifikan karena pergerakannya sudah sangat tinggi.

 Baca juga: IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Intip Menu Saham yang Direkomendasikan

"Saham penggerak utama seperti perbankan sudah tidak akan naik signifikan. Ada potensi koreksi khususnya di saham second liner," ujar Yuliana dalam Market Opening di IDX Channel, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Dia juga menyampaikan beberapa saham pilihan yang direkomendasikan beli hari ini adalah INKP, KRAS, GIAA, dan INDF. Menurutnya saham INKP secara kinerja kuartal ketiga tahun ini cukup baik di tengah pandemi covid19. Selain itu pergerakan sahamnya dalam dua hari terakhir juga meningkat karena secara valuasi masih murah.

 Baca juga: Bursa Saham Dunia Dipengaruhi Vaksin Covid-19

"Begitu juga saham KRAS INDF dan GIAA masih ada peluang kenaikan," ujarnya.

Sementara Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Andrian Tanuwijaya menilai ada sentimen positif dari rilis kinerja keuangan emiten di kuartal ketiga. Sejauh ini total laba bersih kuartal ketiga menunjukkan pemulihan yang cukup baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Ada pertumbuhan 35% dari kuartal sebelumnya (QoQ) walaupun terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu atau melemah sekitar -30% (YoY).

Secara sektoral yang menunjukkan kontribusi kuartalan positif terbesar mayoritas adalah sektor siklikal seperti komoditas, perbankan, dan discretionary yang sempat tertekan selama kuartal dua 2020. Dari sisi jumlah emiten yang mampu membukukan laba di atas ekspektasi juga meningkat.

"Hal ini jelas menunjukkan bahwa ekspektasi pasar saat ini sudah sangat konservatif sehingga peluang adanya earnings upgrade dari angka konsensus cukup besar," kata Adrian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini