Laba HM Sampoerna Anjlok 32,25% Imbas Penurunan Penjualan

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 278 2312159 laba-hm-sampoerna-anjlok-32-25-imbas-penurunan-penjualan-ParloEjv4p.jpg Rokok (Shutterstock)

JAKARTA - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mengantongi laba bersih di kuartal III-2020 sebesar Rp6,91 triliun. Namun, laba bersih perseroan turun 32,25 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,20 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020) penjualan HMSP di kuartal III-2020 tercatat sebesar Rp67,77 triliun atau turun 12,55 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp77,50 triliun, dengan laba per saham dasar Rp59.

 Baca juga: 6 Bisnis Sampoerna, di Tangan Generasi ke Tiga Tak Hanya Rokok

Adapun penjualan perseroan terdiri atas penjualan produk ekspor sebesar Rp173,9 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp314,9 miliar. Kemudian, penjualan produk lokal dengan rincian sigaret kretek mesin sebesar Rp45,28 triliun atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp54,65 triliun.

Kemudian, sigaret kretek tangan sebesar Rp15,36 triliun atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp14 triliun, sigaret putih mesin sebesar Rp6,5 triliun atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp8,16 triliun dan lainnya sebesar Rp416,5 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp368,9 miliar.

 Baca juga: HMSP Prediksi Industri Hasil Tembakau Terpukul Covid-19 hingga 2021

HM Sampoerna mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan 8,65 persen menjadi Rp53,54 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp58,61 triliun. Perseroan juga mencatat adanya penurunan beban penjualan sebesar Rp4,38 triliun dari sebelumnya Rp4,65 triliun.

HMSP mencatatkan liabilitas sebesar Rp16,08 triliun dan ekuitas Rp44,74 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp44,74 triliun dibanding periode Desember 2019 sebesar Rp50,90 triliun.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini