Wall Street Ditutup Lesu di Tengah Kekhawatiran Kembalinya Lockdown

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 278 2311365 wall-street-ditutup-lesu-di-tengah-kekhawatiran-kembalinya-lockdown-UV2lZtAB5Y.jpg Wall Street (Shutterstock)

NEW YORK - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (17/11/2020) waktu setempat. Hal ini di tengah meningkatnya ancaman lockdown kembali dan data penjualan ritel yang melemah meredam euforia yang disebabkan potensi vaksin Covid-19.

Aksi jual adalah pembalikan dari reli hari Senin, di mana blue-chip Dow mencapai rekor penutupan tertinggi pertama sejak sebelum pandemi. Reli hari Senin dipicu oleh pengumuman Moderna Inc bahwa kandidat vaksin COVID-19 tampaknya 94,5% efektif dalam mencegah infeksi.

 Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat Berkat Saham Amazon hingga Facebook

Kerugian Nasdaq dibatasi oleh lonjakan saham Tesla Inc, dan saham-saham berkapitalisasi kecil mengungguli, dengan Russell 2000 mencapai rekor penutupan tertinggi baru. Tetapi lonjakan kasus virus korona baru-baru ini di seluruh Amerika Serikat telah menyebabkan beberapa gubernur memberlakukan pembatasan baru untuk mencegah penyakit itu tidak terkendali.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (18/11/2020), Dow Jones Industrial Average turun 167,09 poin, atau 0,56% menjadi 29.783,35, S&P 500 kehilangan 17,38 poin, atau 0,48% menjadi 3.609,53 dan Nasdaq Composite turun 24,79 poin, atau 0,21% menjadi 11.899,34.

 Baca juga: Wall Street Ditutup Lesu Usai Pertemuan The Fed

Di antara 11 sektor utama S&P 500, hanya sektor energi dan real estat yang ditutup dalam kegelapan. Serta saham utilitas dan perawatan kesehatan mengalami yang terburuk.

Musim laporan laba kuartal ketiga sedang dalam tahap terakhir, dengan 465 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 84,5% telah melampaui perkiraan konsensus, menurut data Refinitiv.

Walmart Inc mengalahkan ekspektasi laba dan membukukan pertumbuhan tahunan 6,4% yang lebih besar dari perkiraan dalam penjualan toko yang sama.

Pengecer perbaikan rumah Home Depot Inc juga mengalahkan perkiraan laba dan penjualan kuartalan karena konsumen menggunakan pembatasan tinggal di rumah untuk fokus pada proyek rumah DIY.

Namun, saham Walmart dan Home Depot masing-masing turun 2,0% dan 2,5%.

Tapi Kohl's Corp melonjak 11,6% setelah jaringan department store itu membukukan keuntungan kuartalan yang mengejutkan dan memperkirakan margin yang kuat untuk musim liburan mendatang.

Saham Tesla melonjak 8,2% setelah Indeks S&P Dow Jones mengumumkan akan menambahkan produsen mobil listrik itu ke S&P 500 pada 21 Desember.

Amazon.com Inc meluncurkan apotek online di Amerika Serikat, mengirimkan saham pengecer obat saingan Walgreens Boots Alliance Inc dan CVS Health Corp masing-masing turun 9,6% dan 8,6%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini