Wall Street Perkasa, S&P dan Dow Jones Cetak Rekor Ditopang Vaksin Covid-19

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 278 2310745 wall-street-perkasa-s-p-dan-dow-jones-cetak-rekor-ditopang-vaksin-covid-19-yOlQATUul2.jpg Wall Street (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin waktu setempat, dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones mencatatkan rekor penutupan tertinggi.

Penguatan Wall Street ditopang kabar vaksin virus corona atau Covid-19 dari Moderna Inc yang mengumumkan keampuhan vaksin Covid-19 dengan tingkat efektivitas mencapai 94,5%.

Namun, di sisi lain, lonjakan kasus baru virus corona juga mengancam pemulihan resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 470,63 poin atau 1,6% menjadi 29.950,44, indeks S&P 500 naik 41,76 poin atau 1,16% ke 3.626,91 dan indeks Komposit Nasdaq naik 94,84 poin atau 0,8% ke level 11.924,13. Demikian seperti dilansir Reuters, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Ketiga indeks saham utama AS naik dan dengan rekor penutupan barunya, saham-saham blue chip di indeks Dow Jones merebut kembali level yang dicapai pada bulan Februari, sebelum kebijakan lockdown membuat pasar saham terjun bebas.

Moderna Inc mengatakan vaksin COVID-19 eksperimentalnya 94,5% efektif dalam mencegah infeksi berdasarkan data status akhir sementara. Kabar vaksin Covid-19 menjadi produsen kedua setelah minggu lalu ada Pfizer Inc yang mengumumkan data percobaan yang menjanjikan dalam pengembangan vaksin untuk mengalahkan pandemi. Sahamnya naik 9,6% pada hari itu.

“Lebih banyak berita vaksin mendorong siklus, batasan kecil, dan nilai, yang akan diprioritaskan jika ekonomi dibuka kembali lebih cepat dari yang diharapkan, mengembalikan kita ke beberapa rasa normal,” kata senior portfolio manager at Dakota Wealth in Fairfield, Connecticut Robert Pavlik.

 

Saham sektor travel yang anjlok akibat pembatasan untuk menahan penyebaran pandemi kini sangat diminati. Saham United Airlines Holdings Inc, American Airlines Group Inc, Carnival Corp dan Norwegian Cruise Line Holdings Ltd melonjak antara 4,5% dan 9,7%.

Sementara itu, kasus lonjakan COVID-19 terus mengamuk di AS, dengan kasus melonjak melewati 11 juta dan mencatat infeksi di 40 negara bagian, mendorong negara bagian untuk memperketat jarak sosial.

"Wall Street menunggu enam hingga 12 bulan ke depan," tambah Pavlik. “Ada pertanyaan tentang ... kerusakan seperti apa yang akan ditimbulkan pada perekonomian antara sekarang dan nanti.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini