Investor Pasar Modal Syariah Meroket 1.500%, BEI: Menarik

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 16 November 2020 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 278 2310437 investor-pasar-modal-syariah-meroket-1-500-bei-menarik-pS7RGFUf1s.png Investor Syariah Terus Meningkat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja pasar modal syariah semakin menunjukkan peningkatan. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi merinci, per 27 Oktober 2020 jumlah saham syariah meningkat 90,3% sejak 2011.

Jumlah saham meningkat dari 237 saham menjadi 451 saham syariah atau 63,6% dari total saham. Sedangkan kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 51,4% dari total kapitalisasi pasar dengan persentase total transaksi saham syariah mencapai 53,7%.

Baca Juga: Merger 3 Bank Syariah Diibaratkan Salat Berjamaah hingga Nikah Sesama Muslim

"Pasar modal syariah Indonesia berkembang semakin cepat dan menarik investor," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam video virtual, Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Merger 3 Bank Syariah, Ma'ruf Amin: Tak Ada Alasan untuk Khawatir

Saat ini, volume transaksi saham syariah mencapai 56,9% . Kemudian, frekuensi saham syariah mencapai 61,9% dari total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia.

Lalu, berdasarkan data yang dihimpun Anggota Bursa penyedia layanan Sharia Online Trading System (AB-SOTS), dalam lima tahun terakhir jumlah investor syariah telah meningkat lebih dari 1.500% dari 4.908 investor di 2015 menjadi 80.152 di 2020.

Sebagai informasi, saat ini di Indonesia belum terdapat bank syariah yang memiliki kemampuan, baik dari sisi finansial maupun teknologi, untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah dan meraih pangsa pasar syariah yang saat ini belum terjamah, khususnya pangsa pasar yang dapat diraih hanya oleh bank yang memiliki skala besar.

Dari sisi prospek usaha, Bank Hasil Penggabungan akan menjadi “Champion” Bank Syariah yang dapat meraih potensi pasar syariah yang sampai dengan saat ini belum tersentuh.

Dengan lebih dari 200 juta populasi muslim di Indonesia dan penetrasi keuangan syariah yang masih rendah pada saat ini yaitu kurang dari 7%, menunjukkan bahwa potensi bank syariah kedepannya masih sangat besar dan dengan adanya Penggabungan ini, maka diharapkan Bank Hasil Penggabungan akan memiliki permodalan dan kapasitas yang memadai untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini