Wall Street Anjlok hingga 1% Imbas Kekhawatiran Covid-19 Muncul Kembali

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 278 2308803 wall-street-anjlok-hingga-1-imbas-kekhawatiran-covid-19-muncul-kembali-98feziiC5O.jpg Wall Street (Shutterstock)

NEW YORK - Wall Street ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (12/11/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan infeksi virus Corona AS melonjak dan investor mempertimbangkan jangka waktu untuk peluncuran massal vaksin di AS.

New York menjadi negara bagian terbaru yang memperkenalkan aturan jarak sosial yang lebih ketat pada hari Rabu. Hal ini karena infeksi baru di negara itu melonjak di atas 100.000 untuk hari kedelapan berturut-turut.

 Baca juga: Nasdaq Rebound, Wall Street Ditutup Menguat

Saham-saham Blue-chip di Dow Jones ditarik menurun imbas dampak ekonomi AS terhadap perusahaan di bidang industri dan keuangan. Terlihat dengan Boeing Co dan Goldman Sachs masing-masing turun lebih dari 2%.

Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (13/11/2020), Dow Jones Industrial Average turun 358,48 poin, atau 1,22% menjadi 29.039,15, S&P 500 kehilangan 38,94 poin, atau 1,09% menjadi 3.533,72 dan Nasdaq Composite turun 84,98 poin, atau 0,72%, menjadi 11.701,45.

Di saat penurunan tersebut terutama di Nasdaq, ada lonjakan saham-saham e-commerce. Salah satunya China Pinduoduo Inc yang melaporkan kuartalan yang kuat serta saham JD.com yang juga naik.

 Baca juga: Pengembangan Vaksin Pfizer Buat Investor Kabur dari Saham Teknologi

Bahkan setelah penurunan hari Kamis, S&P 500 telah naik hampir 2% minggu ini, didukung oleh data uji coba vaksin positif yang meningkatkan ekspektasi pemulihan ekonomi yang cepat. Saham juga mendapat manfaat dari ekspektasi bahwa Kongres yang terpecah akan mencegah Presiden terpilih Joe Biden memberlakukan kenaikan pajak yang akan merugikan keuntungan perusahaan.

“Kenyataannya adalah kami tidak tahu seperti apa kondisi normal baru itu, bahkan ketika kami benar-benar pulih dari virus corona, dan itu masih jauh,” kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta .

Data baru menunjukkan klaim pengangguran AS turun ke level terendah tujuh bulan minggu lalu, tetapi laju pemulihan pekerjaan melambat karena stimulus fiskal berkurang dan peningkatan lebih lanjut dapat dibatasi oleh pandemi yang mengamuk.

Moderna Inc MRNA.O menguat setelah produsen obat tersebut mengatakan memiliki cukup data untuk analisis sementara pertama dari uji coba tahap akhir vaksin COVID-19 eksperimentalnya. Tidak disebutkan kapan mereka berencana untuk merilis data tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini