7 Fakta Uang Nasabah Maybank Hilang Rp20 Miliar dengan Modus Memalsukan Data

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 07 November 2020 09:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 278 2305703 7-fakta-uang-nasabah-maybank-hilang-rp20-miliar-dengan-modus-memalsukan-data-QKW5IV9upH.jpg Uang Nasabah Maybank Hilang Rp20 Miliar. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) buka suara terkait raibnya uang nasabah sebesar Rp20 miliar. Kasus ini pun dilaporkan dan ditangani oleh Bareskrim Polri.

Atlet e-Sports yang juga nasabah Maybank, Winda D. Lunardi atau Winda Earl melaporkan bahwa tabungannya sebesar Rp20 miliar hilang. Maybank pun melaporkan dan memproses dugaan tindak pidana ini kepada pihak kepolisian sehingga oknum kejahatan tersebut saat ini telah ditangkap dan dalam proses hukum di Pengadilan Negeri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Okezone merangkum fakta-fakta hilangnnya uang nasabah Maybank Rp20 miliar hingga modusnya, Sabtu (11/7/2020):

1. Uang Nasabah Hilang Rp20 Miliar

Nasabah atas nama Winda D Lunardi dan Floletta Lizzy Wiguna melakukan pengaduan ke Bareskrim Polri karena uang tabungannya hilang Rp20 miliar.

2. Tabungan Sejak 2015

Kuasa hukum Winda, Joey Pattinasarany menjelaskan uang tersebut telah di tabung sejak 2015 dalam dua rekening terpisah. Menurut perhitungan mereka sampai 2020 uang itu sudah mencapai Rp 20 miliar. "Totalnya Rp20 miliar dengan rincian (tabungan) Winda Rp15 miliar, ibunya Rp5 miliar," ujarnya.

3. Sikap Maybank Indonesia

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, pihaknya akan meminta pihak yang terlibat dalam kasus ini untuk bertanggung jawab sesuai dengan keputusan pengadilan.

"Semua tergantung pembuktian di pengadilan nanti. Siapapun yang terbukti salah nanti tentunya akan bertanggung jawab terhadap pengembalian dana nasabah. Sementara kita sama-sama hormati proses hukum yang berjalan," kata Taswin.

4. Maybank Ikut Melapor

Modus kejahatan perbankan sekarang banyak. Pihaknya saat ini telah melaporkan ke pihak otoritas untuk diproses secara hukum untuk memastikan tidak ada moral hazard bagi perbankan.

"Mohon kita sama-sama ikuti dan hormati dulu proses yg sedang berjalan di Kepolisian dan Pengadilan Negeri supaya tidak ada berita-berita yang spekulatif sifatnya," kata Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria.

Maybank di sini juga sebagai pelapor mohon perlindungan hukum dan investigasi kemungkinan keterlibatan pihak-pihak selain internal.

5. Pergerakan Saham Maybank

Pantauan Okezone, Jakarta, Jumat (6/11/2020), pada pembukaan pagi tadi, saham Maybank dibuka di level Rp222 per lembar saham. Dengan level tertinggi mencapai Rp244 per lembar saham. Saham Maybank Indonesia menyentuh level terendah Rp222 per lembar saham. Kapitalisasi pasar Maybank Indonesia mencapai Rp18,24 triliun.

5. Kepala Cabang Maybank Cipulir Jadi Tersangka

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigadir Jenderal Helmy Santika mengatakan pihaknya telah menetapkan Kepala Cabang (Kacab) Maybank, Cipulir berinisial A sebagai tersangka kasus hilangnya tabungan milik atlet e-Sports Winda D. Lunardi atau Winda Earl.

"Perkembangan perkara saat ini sedang dalam proses penyidikan dan telah menetapkan tersangka atas nama A selaku Kepala Cabang Cipulir, Maybank," kata Helmy.

Kasus ini awalnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Herman Lunardi yakni ayah dari Winda Earl. Laporannya tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/2039/V/2020/Bareskrim 8 Mei 2020.

6. Penyitaan Aset Tersangka

Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadal sejumlah aset milik tersangka, mulai dari mobil, tanah, bangunan, dan masih menelusuri aset lain. Terhadap tersangka sendiri kini sudah dilakukan penahanan.

"Pemeriksaan tambahan kepada tersangka A yang saat ini merupakan tahanan Kejaksaan Negeri Tangerang untuk mendapatkan keterangan terkait aset-aset yang telah di lakukan penyitaan oleh penyidik," tandasnya.

7. Begini Modusnya

Bareskrim Polri mengungkap modus yang dilakukan tersangka mantan Kepala Cabang (Kacab) Maybank, Cipulir berinisial AT.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Stiyono mengatakan, tersangka mengambil uang tersebut tanpa sepengetahuan nasabahnya.

"Jadi tanpa se-izin pemiliknya yang bersangkutan mengambil, menguras sampai habis kemudian diberikan beberapa temannya untuk diputar untuk mencari keuntungan," kata Awi.

Menurut Awi, tersangka dapat mengambil uang tersebut menggunakan data nasabahnya. Terlebih tersangka sendiri saat itu menjabat sebagai Bussines Manager/Kepala Cabang, Maybank Cipulir.

"Jadi memalsukan data-datanya sehingga dari situ uangnya ditarik sama yang bersangkutan diinvestasikan untuk kegiatan dengan teman-temannya tadi," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini