Kalbe Farma Kantongi Laba Rp2,02 Triliun di Tengah Covid-19

Aditya Pratama, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 278 2301941 kalbe-farma-kantongi-laba-rp2-02-triliun-di-tengah-covid-19-pqVMuNPXqm.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) merilis laporan keuangan konsolidasian kuartal III-2020. KLBF mencatatkan kenaikan laba bT Kalbe Farma Tbersih mencapai Rp2,02 triliun atau baik 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,91 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), peningkatan penjualan perseroan selama sembilan bulan pertama tahun 2020 didukung oleh Divisi Produk Kesehatan yang meraih peningkatan penjualan sebesar 4,6% menjadi Rp2,89 triliun dengan kontribusi sebesar 16,9% terhadap total penjualan bersih Perseroan.

Baca Juga: Kalbe Farma Jual Obat Covid-19 Impor dari India, Harganya Rp3 Juta

Divisi Distribusi & Logistik meraih peningkatan penjualan bersih sebesar 3,7% dari Rp5,30 triliun menjadi Rp5,49 triliun, serta menyumbang 32,2% terhadap total penjualan bersih Perseroan.

Sementara itu, penjualan bersih Divisi Nutrisi tercatat sebesar Rp4,93 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2020 atau tumbuh 1,9% dari pencapaian di periode yang sama tahun sebelumnya dan menyumbang 28,9% dari total penjualan bersih Kalbe.

Sedangkan Divisi Obat Resep Perseroan yang membukukan penurunan penjualan sebesar 3.7% menjadi Rp 3,77 triliun, serta menyumbang 22,1% dari total penjualan bersih Kalbe di sembilan bulan pertama tahun 2020.

 

Secara total, penjualan bersih Perseroan di kuartal III-2020 sebesar Rp17,09 triliun atau meningkat 1,6% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp16,82 triliun. Sementara itu, laba kotor Kalbe tumbuh 0,1% mencapai Rp7,77 triliun. Rasio laba kotor terhadap penjualan turun menjadi 45,5% dari 46,1% untuk periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh perubahan mix portofolio produk. Laba sebelum pajak penghasilan pada sembilan bulan pertama tahun 2020 sebesar Rp2,68 triliun atau bertumbuh sebesar 4,4% dengan margin laba sebelum pajak penghasilan mencapai 15,7%, mengalami peningkatan dari 15,3% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Dampak Covid-19 menyebabkan Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif di kuartal kedua dan ketiga tahun 2020, tetapi Perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang positif,” ujar Direktur Keuangan Kalbe, Bernadus Karmin Winata, Sabtu (31/10/2020).

Sementara itu, laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp2,02 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2020, naik 5,8% dibandingkan Rp1,91 triliun di periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan bersih terutama disebabkan oleh peningkatan efisiensi di biaya operasional dan tarif pajak yang lebih rendah.

Melihat kondisi pandemi Covid-19 yang akan berlanjut sampai akhir tahun, Perseroan merevisi target pertumbuhan penjualan bersih tahun 2020 sebesar 4% sampai 6% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 8% sampai 10%.

"Perseroan juga mempertahankan anggaran belanja modal sebesar Rp1,0 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi. Rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45%-55%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini