Zoom Kini Lebih Berharga dari ExxonMobil

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 278 2301915 zoom-kini-lebih-berharga-dari-exxonmobil-LhPNAUqY13.jpg Zoom (Foto: Zoom.us)

JAKARTA - Kapitalisasi pasar Aplikasi penyedia alat komunikasi video Zoom kini naik dua kali lipat. Bahkan, aplikasi video itu kini mengalahkan perusahaan minyak terkemuka di dunia Exxon Mobil.

Mengutip dari Business Insider, Sabtu (31/10/2020), dalam perdagangan Kamis lalu, Zoom Video kini memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar USD140 miliar atau setara Rp2.069 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD). Sementara angka kapitalisasi pasar Exxon hanya sebesar USD137 miliar atau setara Rp2.024 triliun.

Baca Juga: Cegah Boros Kuota Data saat Meeting Zoom, Perhatikan 6 Hal Ini

Meroketnya nilai kapitalisasi pasar Exxon menjadi bukti berapa cepatnya pandemi covid-19 ini mempengaruhi perekonomian Amerika Serikat (AS). Bahkan berpengaruh juga pada kehidupan secara umum.

Hal tersebut begitu terasa ketika kebijakan lockdown diterapkan di Amerika Serikat pada akhir Maret karena penyebaran virus corona (covid-19). Sekolah dan bisnis pun memaksa agar aktivitas dilakukan dari rumah.

Baca Juga: Aplikasi Lain Kini Terintegrasi Zoom, Tugas Bisa Dikerjakan Bersama-sama

Maka dalam mendukung aktivitas bisnis dan belajar dibutuhkan aplikasi perangkat lunak video seperti zoom. Dampaknya pun langsung terasa, dalam tiga minggu pertama penetapan kebijakan lockdown di AS, ada 100 juta pelanggan baru.

Sementara Exxon Mobil berada di sisi berlawanan dari keberuntungan yang didapat Zoom. Perusahaan telah kehilangan 55% nilai pasar (year to date/ytd) karena tertekannya harga minyak.

Baca Juga: Ingin Hemat Kuota Data saat Meeting Zoom? Perhatikan 6 Hal Ini

Permintaan minyak terpukul karena perjalanan udara hampir terhenti pada Maret dan April, dan belum pulih ke tingkat pra-pandemi. Kegiatan ekonomi secara keseluruhan melambat secara drastis, tidak membantu permintaan minyak, dan melimpahnya pasokan minyak juga menurunkan harga.

Exxon masih merasakan sakitnya. Perusahaan mengatakan hari ini akan memangkas 1.900 pekerjaan AS karena menerapkan inisiatif pemotongan biaya yang akan membuat tenaga kerja globalnya menyusut 15% selama dua tahun ke depan.

(kmj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini