Laba Kimia Farma Merosot tapi Penjualan Naik, Kok Bisa?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 278 2301877 laba-kimia-farma-merosot-tapi-penjualan-naik-kok-bisa-j6u0M7ODc2.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Emiten BUMN farmasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF mencatat laba bersih pada kuartal III 2020 sebesar Rp37,19 miliar. Angka ini turun 11,09% dibandingkan dengan periode yang sama 2019 sebesar Rp41,83 miliar.

Dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia, koreksi laba bersih Kimia Farma pada saat perseroan membukukan penjualan bersih Rp7,04 triliun per 30 September 2020. Angka ini tumbuh 2,42% daripada periode yang sama tahun lalu yakni dari Rp6,87 triliun.

Baca Juga: Vaksin Corona Made in China Bisa Langsung Dijual tapi... 

KAEF pun harus menanggung kenaikan beban pokok penjualan yang naik 1,11% secara tahunan menjadi Rp4,10 triliun pada kuartal III-2020. Kemudian, beban usaha perseroan juga naik 1,04% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp2,23 triliun.

Akan tetapi, pendapatan lain-lain justru turun 12,63% menjadi Rp112,35 miliar dibandingkan tahun lalu. Penggerus laba bersih lainnya adalah selisih kurs perseroan yang melebar dari Rp476,83 juta pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp4,05 miliar pada kuartal III tahun ini.

 

Sementara itu, total liabilitas Kimia Farma turun tipis menjadi Rp10,77 triliun dari sebelumnya Rp10,94 triliun. Sementara, ekuitas KAEF juga merosot menjadi Rp6,92 triliun dari sebelumnya Rp7,41 triliun.

Terakhir, perseroan mencatat posisi aset hingga 30 September 2020 sebesar Rp17,69 triliun, turun 3,6 perseroan dibandingkan 31 Desember 2019 senilai Rp18,35 triliun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini