Cermat Memilih Saham ala Lo Kheng Hong, Keuntungan Ada di Depan Mata

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 278 2301609 cermat-memilih-saham-ala-lo-kheng-hong-keuntungan-ada-di-depan-mata-TXl2SrWmsR.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Saham adalah salah satu instrumen investasi yang bisa dijadikan sebagai sarana penghasil uang. Namun, dalam memilih saham diperlukan kecermatan yang baik agar bisa meraup keuntungan nantinya.

Salah satu tokoh investor yang menjadi trader di Indonesia adalah Lo Kheng Hong. Bahkan, dia sampai dijuluki sebagai Warren Buffetnya Indonesia.

Baca Juga: Emiten Rokok 'Ngebul' di Tengah Corona karena Banyak Orang Stres 

Sebagai pemain saham anyar, maka sudah sepatutnya Anda mengikuti jejak langkah dia dalam bermain saham. Sebagaimana dilansir dari buku berjudul Berkah dengan Investasi Syariah: Saham Syariah Kelas Pemula karya Mang Amsi, Sabtu (31/10/2020), berikut ceritanya.

Ketika Lo KHeng Hong ditanya mengenai kesehariannya, dia mengatakan, "Pagi-pagi di taman, siang di taman, sore pun tetap di taman." Pagi hari ia membaca empat koran.

 

Kemudian, dia mempelajari laporan keuangan emiten. Dia juga mencermati pengumuman-pengumuman dari bursa yang berjumlah ratusan tiap harinya.

Intinya, terus membaca dan belajar. Dia terinspirasi oleh Warren Buffet yang menyisihkan waktunya selama enam jam untuk mempelajari saham.

Nasihat Lo Kheng Hong dalam memilih saham adalah pilihlah saham yang sedang salah harga. Maksudnya, harga pasar saat ini masih di bawah harga wajarnya dan nilai intrinsiknya.

Tugas sebagai investor adalah menemukan perusahaan hebat dengan harga yang masih murah secara valuasi, bukan secara nominal. Saham yang harga nominalnya Rp70 ribu-an bisa saja valuasinya masih lebih murah ketimbag saham yang harganya 50 perak sekalipun.

Kheng Hong tidak terlalu dipusingkan oleh kondisi makroekonomi. Dia hanya berfokus pada kinerja perusahaan yang sedang dipegangnya. Dan yang memang terbukti, jika perusahaan yang sedang dipegangnya bisa dipercaya, masa krisis menjasi saat yang tepat untuk menambah portofolio karena valuasinya semakin murah.

"Kalau terus bicara makro, kita malah tidak dapat uang," kata Lo.

Ketika ditanya apakah dia berinvestasi saham di negara lain, dia menegaskan, "100% portofolio saham saya ada di Bursa Efek Indonesia."

Selanjutnya, dia menjelaskan bagaimana awal mula dirinya mengenal investasi, produk-produknya, dan langkah-langkah actionnya. Awalnya, dia sempat menjadi trader, namun akhirnya menjadi investor saja.

Dia mempersiapkan investasi itu untuk masa depan keluarganya dan mencapai tujuan-tujuan finansial mereka. Dirinya menganjurkan diversifikasi portofolio investasi.

Dia menegaskan, bahwa tujuan investasi adalah to secure our happines in the future. (kmj)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini