Wujudkan Mimpi Sukses Main Saham dengan 'Kacamata Kuda' Warren Buffett

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 278 2300869 wujudkan-mimpi-sukses-main-saham-dengan-kacamata-kuda-warren-buffett-crfwM7yWM4.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Investasi menjadi salah satu instrumen yang bisa dijadikan sebagai sarana penghasil uang. Namun, ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan ketika seseorang mulai berinvestasi.

Salah satu produk investasi adalah saham. Trader yang diidolakan seluruh pemain saham di dunia adalah Warren Buffett. Dia berhasil meraup triliunan dari bermain di bursa.

 Baca juga: Investor Pemula Manfaatkan Covid-19 Raup Cuan di Pasar Modal, Caranya?

Sebagaimana dilansir dari buku Warren Buffett: Sang Investor dan Inspirator Dunia karya Brayan Aksara, Rabu (28/10/2020).

Buffett mengatakan bahwa jika berbicara soal bisnis, maka hal-hal besar atau tren-tren yang besar di luar bisnis tidaklah penting. Namun sebaliknya, hal-hal kecil yang terkait dengan bisnis sangatlah berarti. Jadi, untuk apa mengurusi hal-hal di luar bisnis meskipun merupakan hal yang besar, seperti politik, peristiwa sosial, dan lain sebagainya.

"Hal-hal tersebut sebaiknya dipisahkan dari persoalan bisnis. Misalnya keinginan untuk menyumbang pada partai poklitik atau berderma pada yang membutuhkan, sebaiknya tidak dijadikan sebagai jalan bisnis," kata Buffett.

 Baca juga: Investasi Saham Ala Warren Buffett Indonesia, Cari Emiten dengan Kesederhanaan

Pendekatan konvensional pada permainan saham memang mengandalkan peristiwa-peristiwa makro. Hal-hal seperti tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi, inflasi dan peristiwa-peristiwa politik tampak sangat penting bagi para investor.

Akan tetapi, itu semua berada di luar persoalan bisnis. Artinya, Anda tidak perlu memusingkan hal tersebut untuk membuat keputusan dalam bisnis. Kecuali jika Anda menggunakan kendaraan politik untuk melancarkan bisnis Anda.

Namun, bisnis menjadi tidak murni dan jujur. Jika Anda tidak jujur, maka seperti saran Buffett, Anda tidak akan dilirik oleh investor.

Berinvestasi seperti halnya yang dilakukan oleh Buffett, Anda disarankan untuk mengabaikan peristiwa-peristiwa makro seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Mulailah fokus pada perusahaan yang sahamnya Anda pilih.

Buffett justru menganjurkan untuk memakai kacamata kuda. Memandang lurus tanpa bisa menengok kanan dan kiri. Bagi Buffett, tidak mungkin setelah bersusah payah menganalisis sebuah perusahaan dan menunggu harga yang tepat untuk kemudian membeli sahamnya.

"Lalu kita mengubah kebijakan gara-gara terdengar bisikan atau taksiran mengenai perekonomian. Hal tersebut memang berpengaruh, akan tetapi dalam jangka pendek. Sementara yang disarankan oleh Buffett sifatnya untuk jangka panjang. Barangkali akan ada yang menganggap kita bodoh jika tetap melakukannya, namun kita bisa melihat hasilnya beberapa tahun kemudian. Setidaknya kita bisa melihat keputusa-keputusan sulit yang dikeluarkan oleh Buffett hingga membuatnya sukses. Kondisi sulit tersebut misalnya tergambar ketika Perang Dunia I," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini