Investasi Saham Ala Warren Buffett Indonesia, Cari Emiten dengan Kesederhanaan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 278 2300777 investasi-saham-ala-warren-buffett-indonesia-cari-emiten-dengan-kesederhanaan-8uFjNZlIwX.jpg Lo Kheng Hong (Okezone)

JAKARTA - Bermain saham atau trading memiliki risiko tersendiri. Oleh sebab itu, sebagai trader pemula diwajibkan untuk menyerap ilmu dari pemain saham berpengalaman.

Salah satu trader berpengalaman asal Indonesia yaitu, Lo Kheng Hong. Bahkan, dia sampai dijuluki sebagai Warren Buffet-nya Indonesia.

Dilansir dari buku Berkah dengan Investasi Syariah: Saham Syariah Kelas Pemula karya Mang Amsi, Rabu (28/10/2020), berikut ceritanya.

 Baca juga: Investor Pemula Manfaatkan Covid-19 Raup Cuan di Pasar Modal, Caranya?

Lo Kheng Hong mulai berinvestasi saat dirinya berumur 20 tahun ketika dirinya menjadi seorang pegawai. Bahkan, dirinya bukanlah dari keluarga yang berpenghasilan besar.

"Saya dilahirkan dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Orangtua saya hanya pegawai kecil. Saat tamat SMA, saya tidak punya biaya untuk kuliah. Kemudian saya bekerja di bagian tata usaha sebuah bank. Waktu itu saya disuruh-suruh untuk fotokopi dan lainnya, Kemudian, sambil bekerja, saya pun mulai kuliah," ujarnya.

 Baca juga: Investor Pemula, Begini Cara Ukur Kenaikan Harga Saham

Namun bekerja di tata usaha suatu bank tersebut membuat dia tak berdiam diri. Dirinya pun belajar dan mencoba bermain saham.

"Saya sempat menjadi kepala cabang. Saya kemudiaan keluar dari bank dan fokus bermain saham," cerita Lo.

Lo Kheng Hong mengilustrasikan besarnya peluang gain dari investasi saham. Saat memilih saham pakan ternak, ia berijtihad karena bisnis ini sederhana dan tidak rumit.

Namun, justru kesederhanaan ini yang akhirnya mengantarkan perusahaan yang bergerak dalam subsektor pakan ternak itu bisa meraup pertumbuhan laba tiap tahunnya.

Salah satu investasi terbaik Lo Kheng Hong adalah ketika ia memiliki lebih dari 8% kepemilikan saham Multibreeder Adirama atau MBAI yang dibeli dengan harga Rp200an sekitar tahun 2002. Kemudian ia menjualnya pada tahun 2001 di kisaran angka Rp30.000an.

"Produk investasi mana yang bisa memberikan gain ribuan persen dalam beberapa tahun selain saham?," kata Lo.

Menurut dia, sejak bangun pagi sampai tidur, seseorang itu selalu berinteraksi dengan produk-produk perusahaan terbuka.

"Ketika kita bangun kemudian ke kamar mandi, di sana kita menemukan kloset bermerek TOTO, yang merupakan produk dari emiten," kata Lo.

Selain itu, saat menggunakan sikat gigi dan sabun ada produk Unilever (UNVR). Kemudian, ketika mencari sarapan ada mie rebus yang merupakan produk dari Indofood (INDF).

Dengan cara berpikir seperti itu membuat dirinya untuk fokus berinvestasi di saham. Keputusan sederhana yang pada akhirnya mengantarkannya menjadi triliuner.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini