BEI Undang Perusahaan Teknologi dan E-Commerce Cari Modal di Bursa

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 278 2300239 bei-undang-perusahaan-teknologi-dan-e-commerce-cari-modal-di-bursa-0an43BcSyR.jpg BEI Targetkan 30 Pencatatan Efek Baru pada 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah perusahaan yang melakukan IPO pada 2021 sebanyak 30 Pencatatan Efek Baru. Diharapkan ada perusahaan e-commerce atau perusahaan teknologi yang melantai di bursa pada tahun depan.

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, terkait dengan target perusahaan tercatat tersebut, pihaknya melihat dari perkembangan yang ada saat ini.

Baca Juga: BEI Pasang Target Rata-Rata Nilai Transaksi Rp8,5 Triliun di 2021

"Untuk itu kita targetkan 30 (perusahaan) juga ke depan tentunya kita melihat jumlah penting kemudian dari sisi variasi perusahaan-perusahaan tercatat juga bukan hanya konvensional kita akan melihat juga terkait dengan e-commerce dan technology companies," ujar Nyoman dalam video conference, Selasa (27/10/2020).

Nyoman menambahkan, diharapkan ke depannya pasar modal Indonesia akan terdiri dari beberapa kombinasi perusahaan, bukan hanya perusahaaan yang ada seperti saat ini.

Baca Juga: Intip 4 Jurus Pengembangan Pasar Modal Tahun Depan

"Kita harapkan ada kombinasi bukan hanya perusahaan-perusahaan yang berkembang seperti sekarang kalau dibilang konvensional, kita juga mengarah ke technology companies dan e-commerce," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, BEI menargetkan jumlah Pencatatan Efek Baru pada tahun 2021 menjadi 30 Pencatatan Efek Baru yang terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Efek Beragun Aset (EBA).

"Target tersebut akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan sosialisasi untuk Perusahaan Tercatat dan Calon Perusahaan Tercatat yang saat ini dilakukan melalui kombinasi penyelenggaraan kegiatan sosialisasi, one-on-one meeting, serta workshop yang dilakukan secara online maupun offline," ucap Inarno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini