WSBP Cari Cara agar Cepat Lunasi Utang Rp5,81 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 278 2299664 wsbp-cari-cara-agar-cepat-lunasi-utang-rp5-81-triliun-JubR4Xxz7A.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) tengah mengalami permasalahan likuiditas akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, manajemen perseroan tengah melakukan restrukturisasi keuangan untuk menjaga likuiditas perusahaan.

Direktur Keuangan Mohamad Nur Sodiq mengatakan, saat ini utang WSBP di interest bearing debt (IBD) hingga 2020 mencapai Rp5.805 miliar atau Rp5,81 triliun. Angka ini menurun dari total utang di tahun 2019 sebesar Rp6.081 miliar atau Rp6,08 triliun.

 Baca juga: 2 Investor Siap Beli 5 Tol Milik Waskita Karya

"Restrukturisasi keuangan yang kita lakukan ini untuk menjaga agar kita tetap likuid," katanya dalam Webinar paparan Kinerja pada triwulan III 2020, Jakarta, Senin (26/10/2029).

Dia mengutarakan, pembayaran angsuran perbankan dan bunga perbankan cukup besar bagi anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk itu, karena itu manajemen melakukan restrukturisasi keuangan dengan melakukan perubahan penjadwalan terhadap pinjaman.

 Baca juga: Waskita Beton Raih Kontrak Baru Rp3,04 Triliun hingga Juni

"Scheduling kita terhadap pembayarannya sekaligus juga merubah pola dari beberapa yang sifatnya kita kepada angsuran pembayaran, dari situ, diharapkan nanti bisa kita melakukan saving untuk menjaga likuiditas kita untuk pemenuhan terutama di working capital dalam rangka penyelesaian proyek-proyek yang ada," kata dia.

Selain langkah restrukturisasi, perseroan juga akan melakukan akselerasi pendapatan dengan cara mencairkan piutang perseroan yang berasal dari induk perusahaan atau internal Waskita Karya. Ditargetkan pencairan piutang dilakukan hingga akhir tahun ini.

"Untuk menjaga likuiditas selain upaya restrukturisasi, tentu kita akan melakukan akselerasi pendapatan kita dari piutang-piutang yang sudah kita miliki. Jadi piutang yang ada akan kita akselerasi supaya agar segera cair di akhir 2020," kata dia.

(rzy)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini