Saham BBTN dan BMRI Diprediksi Cuan, Rekomendasi Jangka Panjang

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 278 2298552 saham-bbtn-dan-bmri-diprediksi-cuan-rekomendasi-jangka-panjang-upYw8iKDEA.jpg saham (Shutterstock)

JAKARTA - Dua saham perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diprediksi masih akan melanjutkan penguatan. Pada penutupan perdagangan hari ini, BBTN dan BMRI sama-sama mengalami kenaikan.

Dikutip dari RTI, Saham BBTN hari ini ditutup menguat Rp170 atau 13,49% ke Rp1.430 dan saham BMRI ditutup menguat Rp100 atau 1,83% ke Rp5.550.

 Baca juga: Gara-Gara Ini, Harga Saham BRIS Bisa Terjun Bebas ke Rp700

Founder Master Mind Trader Hendri Setiadi mengatakan, saham BBTN pada akhir Agustus sempat mengalami koreksi dalam hingga akhir September. Namun, sejak 25 September perlahan harga saham BBTN perlahan kembali naik.

"Dari tanggal 25 september kita melihat seterusnya sampai hari ini jelas banget mengarah rebound dan kembali on strenght ke teritori hijau," ujar Hendri dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Jumat (23/10/2020).

 Baca juga: Jelang Akhir Pekan, ke Mana Arah IHSG?

Hendri memprediksi bahwa penguatan saham BBTN masih akan berjalan panjang karena secara umum sektor perbankan secara umum peningkatannya lebih ke arah long term.

"Untuk emiten-emiten yang berada di sektor keuangan seperti BBTN saya melihat long termnya sampai akhir tahun yaitu akan kembali menguji level resistance di Rp1.600 untuk BBTN," katanya.

 Baca juga: Aksi Korporasi Penggerak Harga Saham, Klik Fitur Corporate Action di App MNC Trade New!

Dia menyampaikan, masih ada kesempatan untuk para investor yang belum memiliki saham BBTN untuk masuk pada pekan depan karena menurutnya saat ini posisi BBTN masih sangat ideal.

"Untuk saat ini yang belum masuk posisi masih sangat ideal untuk masuk asalkan besok melanjutkan penguatan di harga penutupan hari ini di 1.430 karena rangenya pergerakannya masih cukup besar untuk mengarah ke 1.600," ucapnya.

Sementara itu, untuk saham BMRI, Hendri masih merekomendasikan buy untuk para investor di tengah penguatan saham tersebut. Dia menyebut, pelaku pasar sangat menyambut baik dengan diangkatnya Darmawan Junaidi dan Alexandra Askandar sebagai direktur utama dan wakil direktur utama yang baru.

"Keliatannya juga pelaku pasar menyambut baik ya dengan diangkatnya dirut dan wadirut baru, Darmawan Junaidi dan bu Alexandra, jadi BMRI posisi masih recommended buy dengan resistance di 5.575 dan untuk supportnya di 4.860 dengan BMRI ini rata-rata pergerakan per hari sekitar di range Rp180-200," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini