Ketika Kekuatan Baja Runtuh akibat Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 278 2297931 ketika-kekuatan-baja-runtuh-akibat-covid-19-cz0JNq7nxj.jpg Baja (Shutterstock)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menyebut industri baja global terkena dampak dari pandemi covid-19. Tak terkecuali juga industri baja di dalam negeri yang ikut terkena dampaknya.

Direktur Utama Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim mengatakan, terganggunya industri baja ini imbas dari terpukulunya sektor konstruksi di dalam negeri. Karena menurutnya, sektor konstruksi sangat berkaitan dengan industri baja.

 Baca juga: Hipmi-Krakatau Steel Kolaborasi Majukan Industri Baja Nasional

“Dan konstruksi adalah sektor yang mana utamanya merupakan pengguna dari pada baja,” ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (22/10/2020).

Menurut Silmy, pemerintah sendiri sebenarnya saat ini sedang mengebut untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Namun, selama 6 bulan terpaksa harus dihentikan karena faktor kesehatan dan juga ekonomi.

 Baca juga: Terdampak Corona, Bisnis Krakatau Steel Mulai Lesu

Seperti diketahui, ekonomi Indonesia sendiri terkena dampak pandemi di mana kuarta II-2020 mengalami kontraksi di angka -5,32%. Bahkan ekonomi Indonesia terancam resesi karena di kuartal III-2020 diprediksi minus lagi.

“Dan kita juga sedang melakukan percepatan pembangunan di Indonesia dan ini terpaksa harus menyesuaikan dengan kondisi terkini karena adanya aspek-aspek kaitan dengan kesehatan dan juga kaitannya dengan perlambatan ekonomi,” jelasnya.

 Baca juga: Kepercayaan Jadi Kunci Krakatau Steel Kembali Untung

Namun menurut Silmy, pada kuartal III-2020 ini sudah lebih baik dibandingkan saat awal pandemi masuk. Karena aktivitas bisnis dan usaha sudah mulai kembali dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Perlahan tapi pasti, kebiasaan baru ini atau keseimbangan baru terbentuk dan kita terus berupaya, beradaptasi agar kita juga tidak kehilangan momentum dari pada pertumbuhan ekonomi yang sangat baik di 5-10 tahun terakhir ini,” jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini