Terpental dari Wadirut Bank Mandiri, ke Mana Hery Gunardi?

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 278 2297351 terpental-dari-wadirut-bank-mandiri-ke-mana-hery-gunardi-YvuxTUP7eV.jpg Bank (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Hery Gunardi tidak lagi menjadi Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Posisinya digantikan Alexandra Askandar.

Keputusan ini hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri yang digelar hari ini. Lalu ke mana Hery Gunardi?

Dalam hasil RUPSLB Bank Mandiri, Hery Gunardi mendapatkan tugas dari Kementerian BUMN untuk menyelesaikan merger bank-bank BUMN Syariah.

Baca Juga: 7 Fakta Darmawan Junaidi Jadi Dirut Baru Bank Mandiri 

Penugasan tersebut dilatarbelakangi kecakapan dan pengalaman Hery dalam mengawal proses merger pembentukan Bank Mandiri sebelumnya sehingga diharapkan akan membantu proses merger bank-bank BUMN syariah agar berjalan mulus.

Hery Gunardi menjelaskan bahwa dirinya telah ditugaskan sebagai Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN pada Maret 2020.

“Saya akan menjalankan amanah ini tidak boleh nyambi. Jadi dari PMO jadi IMO sekaligus merangkap CEO Bank Syariah Mandiri sebelum digabung dengan BRI Syariah dan BNI Syariah,” kata Hery dalam video virtual, Rabu (21/10/2020).

Di mana diketahui, Toni EB Subari yang sebelumnya Dirut Mandiri Syariah masuk mengisi kursi direktur operasional Bank Mandiri.

Sebagai informasi, PT BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) telah mempublikasikan Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha (merger) yang mencakup penjelasan mengenai visi, misi, dan strategi bisnis Bank Hasil Penggabungan. Publikasi tersebut merupakan bagian dari tahapan rencana penggabungan ketiga bank syariah milik BUMN.

Total aset dari Bank Hasil Penggabungan akan mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Dengan demikian Bank Hasil Penggabungan akan masuk ke dalam TOP 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar. Bank Hasil Penggabungan akantetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan ticker code BRIS.

Komposisi pemegang saham pada Bank Hasil Penggabungan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 51,2%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25,0%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4%, DPLK BRI - Saham Syariah 2% dan publik 4,4%. Struktur pemegang saham tersebut adalah berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing bank peserta penggabungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini