Darmawan Junaidi, Bos Baru Mandiri Bicara Aset Bank Syariah BUMN

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 278 2297287 darmawan-junaidi-bos-baru-mandiri-bicara-aset-bank-syariah-bumn-2SX2yrts3a.png Bos Baru Bank Mandiri Bicara Merger Bank Syariah BUMN. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Penggabungan tiga bank syariah BUMN membagi-bagi komposisi pemegang sahamnya. Di mana, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi pemegang mayoritas dari PT BRI Syariah Tbk (BRIS).

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, dengan penggabungan ini akan membuat aset BUMN Syariah bisa tembus Rp210 triliun. 

Baca Juga: Resmi, Darmawan Junaidi Jadi Dirut Bank Mandiri

"Memang potensi pengembangan bank BUMN syariah besar jadi total asetnya besar. Bergabungnya merger bank menghasilkan Rp207 triliun sampai Rp210 triliun ini merupakan langkah besar untuk sayraih bergabung di pasar regional," kata Darman dalam video virtual, Rabu (21/10/2020).

Dia melanjutkan, rencana ini menjadi langkah besar untuk industri perbankan Indonesia. Bahkan Bank Syariah Indonesia bisa akan tembus hingga Timur Tengah.

Baca Juga: Profil Darmawan Junaidi, Dirut Baru Bank Mandiri

"Mungkin akan sampai di Timur Tengah karena pengembangan syariah ini sangat pesat. Penggabungan ini inisiatif stratebis untuk syariah kinerja bisnis dan memberikan impact positif pada Bank Mandiri," katanya.

Sebelumnya, Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi mengatakan seluruh proses dan tahapan-tahapan setelah Ringkasan Rencana Merger tersebut akan terus dikawal hingga tuntasnya integrasi ketiga bank peserta penggabungan.

"Saya, mewakili PMO, diamanahkan oleh Pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk terus mengawal tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini