Ini Kondisi IHSG di Pertengahan Oktober 2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 278 2295215 ini-kondisi-ihsg-di-pertengahan-oktober-2020-QE3iQQvCXi.jpg Morning Meeting MNC Sekuritas (Foto: MNC Media)

JAKARTAIHSG pekan ini menguat selama tiga hari berturut - turut, melanjutkan peningkatannya dari pekan lalu. Meskipun ada keputusan dari Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga di level 4% dan demo besar-besaran terkait Omnibus Law, IHSG terus menguat. Hingga pada Kamis (15/10/2020) IHSG akhirnya melemah -1.37% akibat dari aksi profit taking yang dilakukan investor.

Menurut Equity Analyst MNC Sekuritas Catherina Vincentia, sentimen dari pendirian Indonesia Battery Holding dan merger dari perbankan syariah telah menjadi katalis bagi peningkatan saham perbankan dan pertambangan nikel seperti ANTM dan INCO selama pekan ini. IHSG pun ditutup flat -0.03% pada hari terakhir perdagangan pada pekan ini (16/10/2020).

Baca Juga: IHSG Naik 0,98% Selama Sepekan

“Sentimen yang akan mempengaruhi IHSG pekan depan adalah rilisnya data penjualan mobil dan motor per September 2020. Penjualan mobil diestimasikan oleh Trading Economics untuk melanjutkan penurunan sebesar 40%, sementara penjualan motor turun 55%. Meskipun penurunan ini tidak sebesar penurunan bulan Agustus 2020, namun tetap mengindikasikan bahwa peningkatan dari daya beli masyarakat masih lambat,” jelas Catherina.

Investor dapat mencermati beberapa komoditas, lanjutnya. Salah satunya adalah minyak yang persediaannya dikabarkan menurun di AS pada Q4. Sentimen ini dapat mendorong peningkatan harga minyak ke depan, di mana minyak telah melemah -32.92% YTD. Komoditas selanjutnya adalah batu bara dengan isu terkini masih dari pelarangan impor dari Tiongkok yang disebabkan oleh domestic oversupply. Dan yang terakhir adalah komoditas CPO yang diperkirakan akan mengalami penurunan produksi akibat fenomena La Nina yang menyebabkan curah hujan tinggi.

 

“Untuk sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG berpeluang untuk menguat dibandingkan melanjutkan pelemahan. Hal ini dikarenakan secara teknikal IHSG berpotensi bergerak menguat ke area 5,200-5,250 untuk membentuk wave B dari wave (B). Hal ini akan lebih terkonfirmasi apabila pergerakan IHSG dengan kuat menembus resistance yang berada di level 5,187,” kata Catherina.

Untuk memudahkan investor saham dalam memperoleh berita ekonomi dan pasar modal terkini, tim Riset MNC Sekuritas secara rutin menggelar Morning Meeting melalui YouTube Live MNC Sekuritas setiap hari pukul 08.15 – 08.45 WIB. Selain memperoleh rekomendasi saham, investor juga dapat bertanya langsung seputar saham yang dimiliki atau ingin dianalisa melalui kolom chat selama YouTube Live berlangsung. Subscribe channel YouTube MNC Sekuritas supaya mendapatkan notifikasi saat Live berlangsung setiap paginya! (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini