PSBB Transisi, Rata-Rata Frekuensi Transaksi Saham Naik 34,57%

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 278 2295053 psbb-transisi-rata-rata-frekuensi-transaksi-saham-naik-34-57-3FkfmPUgFj.jpeg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA Pasar Modal Indonesia selama periode sepekan, dari 12 sampai dengan 16 Oktober 2020 mengalami pergerakan yang positif.

Pergerakan itu bertepatan dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, rata-rata frekuensi harian mengalami peningkatan paling signifikan yaitu 34,57% menjadi 778,929 ribu kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya, yaitu sebesar 578,849 ribu kali transaksi.

Baca Juga: Investor Profit Taking Bikin IHSG Merana

Kemudian peningkatan sebesar 10,34% terjadi pada rata-rata volume transaksi selama sepekan atau senilai 12,164 miliar saham dari 11,024 miliar saham pada pekan sebelumnya.

"Sementara itu, data rata-rata nilai transaksi harian Bursa selama sepekan juga mengalami peningkatan sebesar 9,43% menjadi Rp9,121 triliun dari Rp8,335 triliun pada sepekan yang lalu," demikian seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020).

Baca Juga: IHSG Ditutup Turun Tipis di 5.103 Jelang Akhir Pekan

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki PSBB masa transisi. Kebijakan tersebut mulai berlaku selama dua pekan, mulai 12 hingga 25 Oktober 2020.

Senada dengan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 101 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Pergub Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19. Beleid ini diteken pada 9 Oktober 2020.

 

Dalam salinan Pergub 101/2020 yang dirilis Minggu (11/10/2020), pelaku usaha, penanggung jawab perkantoran, tempat kerja, tempat usaha, industri, perhotelan/penginap lain yang sejenis, dan tempat wisata wajib melaksanakan perlindungan kesehatan masyarakat.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini