BRIS hingga BBCA, 'Saham Sultan' yang Lagi Naik Daun

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 278 2294759 bris-hingga-bbca-saham-sultan-yang-lagi-naik-daun-t4NjQsyvRB.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Sebulan belakangan, ada tiga bank yang tengah melakukan gebrakan dengan aksi korporasi yang superwow. Saham-saham ini memberikan keuntungan yang berlipat bagi investor.

Predikat 'Sultan' yang tengah viral di kalangan anak muda, tepat untuk disematkan kepada saham tiga bank ini. Sultan adalah istilah yang dipakai kalangan milenial untuk menggambarkan banyak yang alias uang atau cuan. Tidak hanya itu, istilah sultan juga menggambarkan orang yang kaya raya bak sultan. Dalam hal ini berkat saham yang memberikan keuntungan.

Dalam satu bulan belakangan, terdapat 3 bank yang tengah menjadi sorotan, yakni PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bank BCA Tbk (BBCA) dan PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS). Berikut ini selengkapnya yang dirangkum Sabtu (16/10/2020).

Baca juga: Baru Gajian Tapi Langsung Nyesek? Begini 7 Cara Mengelolanya

1. PT Bank Permata Tbk (BNLI)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan prinsip untuk rencana integrasi PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau PermataBank dengan Bangkok Bank Kantor Cabang Indonesia. Di mana realisasi rencana integrasi tersebut ditargetkan akan diselesaikan pada Desember 2020.

Hal ini tampaknya membuat harga saham BNLI melonjak tinggi. Dari pantauan Okezone, Jakarta, Senin (12/10/2020), saham BNLI ditutup menguat Rp485 atau 24,56% ke Rp2.460.

Kenaikan tersebut membuat saham Bank Permata menjadi top gainers ketiga pada hari itu. Adapun volume perdagangan mencapai 7,9 juta dengan nilai transaksi Rp19,19 miliar.

Namun, pada perdagangan Jumat (16/10/2020), saham BNLI terpantau turun 6,77% atau 180 poin ke posisi Rp2.480 per lembar saham.

2. PT Bank BCA Tbk (BBCA)

BBCA telah merampungkan akuisisi PT Bank Interim Indonesia (sebelumnya PT Bank Rabobank International Indonesia) (Bank Interim) dari Coöperatieve Rabobank U.A. ("CRUA"). Pengalihan saham Bank Interim dilakukan pada tanggal 25 September 2020 setelah persetujuan penyertaan modal, akuisisi serta kemampuan dan kepatutan (fit and proper) diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia.

Penandatanganan pengalihan saham tersebut disaksikan Direktur BCA Henry Koenaifi, Direktur BCA Vera Eve Lim, dan perwakilan CRUA Maximiliaan Blom di Jakarta.

Dengan demikian BCA resmi memiliki 99,999973% saham Bank Interim dan PT BCA Finance, anak perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh BCA, memiliki 0,000027% saham. Total nilai akuisisi adalah Rp643,65 miliar.

Dengan adanya aksi korporasi ini, BCA mendukung program konsolidasi sektor perbankan Indonesia, serta akan memperkuat posisi keuangan anak usaha BCA, yaitu PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah), melalui rencana penggabungan (merger) antara Bank Interim dengan BCA Syariah. Pascapenggabungan, BCA Syariah akan menjadi perusahaan penerima penggabungan (surviving entity). 

Saham BBCA sejak awal Oktober mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada 2 Oktober 2020, BBCA di posisi Rp27.525 per saham. Puncaknya Rabu 14 Oktober 2020, BBCA di posisi Rp29.500 per saham. Namun pada Jumat (16/10/2020) koreksi tipis 0,43% atau 125 poin ke posisi Rp28.800 per lembar saham.

3. PT BRIsyariah Tbk (BRIS)

Saham PT BRI Syariah Tbk (BRIS) mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa hari ini. Dari pantauan Okezone, Jakarta, Rabu (14/10/2020), saham BRIS hari ini ditutup menguat Rp280 atau 24,89% ke Rp1.405.

Adapun volume transaksi mencapai 245,77 juta lembar dengan nilai Rp356,49 miliar. Adapun frekuensi transaksi mencapai 28.530 kali.

Pada perdagangan sebelumnya Selasa 13 Oktober 2020, saham BRIS juga meningkat hingga Rp225 atau 25% ke Rp1.125.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini