Menakar Obligasi OWK Krakatau Steel Rp3 Triliun

Fahmi Achmad, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 278 2293546 krakatau-steel-segera-terbitkan-obligasi-wajib-konversi-owk-rp3-triliun-H1CnnhTj7A.jpg Krakatau Steel Akan Terbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) Senilai Rp3 Triliun. (Foto : Okezone)

JAKARTA - Emiten PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan melakukan rencana penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) dan pelaksanaan penambahan modal tanpa memberikan hak memesen efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

Dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (16/10/2020), dijelaskan bahwa langkah perseroan melakukan penerbitan OWK yang akan dikonversi dengan Saham Baru Perseroan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dalam rangka memperbaiki posisi keuangan.

Dijelaskan perseroan bahwa tujuan investasi merupakan dukungan pendanaan dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk mendukung likuiditas dan solvabilitas KRAS, khususnya digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan operasional KRAS.

Sekadar diketahui, bahwa Obligasi Wajib Konversi (OWK) ini memiliki Tenor 7 tahun sejak tanggal penerbitan OWK, dengan Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Menteri Keuangan sebagai investor. Sementara itu untuk Pelaksana Investasi, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) berdasarkan penugasan dari Kementerian Keuangan.

OWK yang akan diterbitkan Perseroan terkait rencana transaksi sebanyak-banyaknya sebesar Rp3 triliun yang akan dikonversi menjadi saham dalam Perseroan dengan harga konversi dengan mengacu pada 90% dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di Pasar Reguler atau di tanggal penutupan bursa 1 (satu) hari sebelum Tanggal Konversi OWK, mana yang lebih rendah.

Perseroan berencana menggunakan dana yang diterimanya dari Rencana Transaksi (setelah dikurangi seluruh biaya-biaya) untukmenambah modal kerja untuk mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan memberikan relaksasi pembayaran konsumen. (FHM)

(kmj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini